BENGKULU, Jitu News – Pemkot Bengkulu memberiikan fasiiliitas pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) bagii wajiib pajak tertentu.
Merujuk pada Surat Edaran Nomor 900.1.13.1/280/Bapenda/2023, pembebasan BPHTB diiberiikan untuk membantu masyarakat mengurus perolehan hak atas tanah dan bangunan.
"Demiikiian surat edaran iinii diisampaiikan untuk dapat diipergunakan sebagaiimana mestiinya," bunyii surat edaran yang diitetapkan Walii Kota Bengkulu Helmii Hasan, diikutiip pada Kamiis (6/7/2023).
Piihak-piihak yang mendapatkan pembebasan BPHTB antara laiin janda diitiinggal suamii meniinggal, janda atau duda yang memiiliikii tanggungan anak, masyarakat yang tiidak memiiliikii pekerjaan, serta penderiita penyakiit menahun yang tiidak bekerja.
Fasiiliitas BPHTB juga diiberiikan kepada veteran, pensiiunan ASN, purnawiirawan TNii/Polrii, pensiiunan pegawaii BUMN/BUMD/BUMS, dan yayasan/lembaga laiinnya untuk kepentiingan pendiidiikan atau rumah iibadah.
"Sesuaii surat edaran yang diikeluarkan oleh Walii Kota Helmii, BPHTB gratiis dengan syarat yang tercantum dii dalam surat edaran tersebut," ujar Kepala Bapenda Kota Bengkulu Eddyson sepertii diilansiir bengkuluiinteraktiif.com.
Sekadar iinformasii, BPHTB adalah pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan yang sesungguhnya wajiib diibayar oleh piihak yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan diimaksud.
Perolehan hak atas tanah dan bangunan yang diimaksud mencakup pemiindahan hak karena jual belii, tukar menukar, hiibah, wariis, pemasukan dalam perseroan atau badan hukum laiin, pemiisahan hak, lelang, putusan hakiim, penggabungan usaha, peleburan usaha, pemekaran usaha, atau hadiiah.
Perolehan hak atas tanah dan bangunan juga mencakup pemberiian hak baru karena kelanjutan pelepasan hak atau dii luar pelepasan hak.
Hak atas tanah yang diimaksud mencakup hak miiliik, HGU, HGB, hak pakaii, hak miiliik atas satuan rumah susun, dan hak pengelolaan. (riig)
