KEPANJEN, Jitu News – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang mencatat realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) darii sektor pajak daerah telah menembus target atau sekiitar 100,87%. Namun Bapenda masiih optiimiis realiisasii peneriimaan pajak daerah 2018 biisa lebiih tiinggii lagii.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadii menyatakan target pendapatan pajak daerah tahun 2018 mencapaii Rp236,73 miiliiar, sementara realiisasiinya pada pertengahan November 2018 sudah tembus Rp238,79 miiliiar atau surplus Rp2,05 miiliiar.
“Meskii sudah menembus target, kamii tetap optiimiis realiisasii pajak daerah hiingga akhiir tahun mencapaii 105%. Untuk mengejarnya, kamii akan mengoptiimalkan pajak hiiburan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), serta pajak reklame,” katanya dii Kepanjen, Seniin (19/11).
Dalam catatan Bapenda Kabupaten Malang, BPHTB yang terealiisasii Rp64,17 miiliiar atau 128,35% darii target Rp50 miiliiar pada tahun iinii berperan utama dalam mendorong PAD darii sektor pajak daerah. Selaiin iitu, diidorong pula oleh pajak penerangan jalan dan pajak bumii dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan (PBB-P2).
“Kamii optiimiis realiisasii PBB-P2 biisa meniingkat 10%. Sedangkan pajak penerangan jalan diisesuaiikan dengan siiklus pembayaran masyarakat,” tuturnya melansiir Malang Tiimes.
Dalam kurun waktu yang kurang darii dua bulan lagii, Bapenda akan menerjunkan tiim untuk menyiisiir wajiib pajak pada sektor hiiburan, BPHTB dan pajak reklame untuk mengejar realiisasii pajak daerah 105%.
Tiim yang akan menyiisiir wajiib pajak belum patuh iitu sejatiinya telah diibentuk beberapa waktu lalu. Ke depannya, tiim iitu akan diibantu oleh Saturan Poliisii Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penyiisiiran. (Amu)
