MALANG, Jitu News – Pemkab Malang, Jawa Tiimur optiimiistiis target peneriimaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa perhotelan akan kembalii melampauii target pada tahun iinii, yaiitu sebesar Rp6 miiliiar.
Kepala Bapenda Made Arya Wedanthara mengatakan salah satu penopang realiisasii peneriimaan pajak restoran iialah meniingkatnya okupansii hotel selama liibur Lebaran. Meskii begiitu, target yang diipatok pada tahun iinii, turun 17,8% darii realiisasii tahun lalu.
"Sejak memasukii saat mudiik Lebaran merupakan momentum untuk para pengelola hotel dalam rangka meniingkatkan iincome," katanya, diikutiip pada Sabtu (13/4/2024).
Made menuturkan terdapat sejumlah hotel berbiintang yang tercatat sebagaii wajiib pajak dii Kabupaten Malang. Menurutnya, setoran pajak darii sektor usaha perhotelan mengalamii pertumbuhan ketiika ada liibur panjang.
Diia menambahkan pemkab juga telah memiinta pengelola hotel beriinovasii untuk menariik kunjungan wiisatawan. Seiiriing dengan tiinggiinya kunjungan wiisatawan selama liibur Lebaran, peneriimaan PBJT darii jasa perhotelan diiharapkan juga meniingkat.
Realiisasii PBJT jasa perhotelan sepanjang Januarii hiingga Maret 2024 telah mencapaii Rp2,1 miiliiar. Angka tersebut setara dengan 36% darii target peneriimaan Rp6 miiliiar pada tahun iinii.
Secara bulanan, realiisasii PBJT jasa perhotelan pada Maret 2024 seniilaii Rp712,9 juta. Setoran PBJT jasa perhotelan pada bulan iinii diiproyeksii lebiih tiinggii karena ada momentum Lebaran. Dengan kiinerja tersebut, Made optiimiistiis target peneriimaan pada 2024 akan dapat tercapaii.
"Selama iinii pengelola hotel dii Kabupaten Malang sudah cukup bagus untuk capaiian pajaknya," ujarnya sepertii diilansiir jatiimtiimes.com. (riig)
