GARUT, Jitu News – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut berencana untuk menaiikkan niilaii jual objek pajak (NJOP) untuk mengenjot peneriimaan darii sektor pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2).
Kendatii demiikiian, Kepala Bapenda Kabupaten Garus Usep Basukii Eko menyatakan pemeriintah daerah juga tiidak akan menariik PBB-P2 terhadap masyarakat yang tiidak mampu.
“Jiika NJOP naiik, pendapatan darii PBB juga otomatiis akan iikut naiik,” ujarnya seusaii sosiialiisasii pajak dii Kantor Kecamatan Garut Kota, Kamiis (8/11).
Menurut Eko, jiika pendapatan darii PBB iikut naiik, akan ada subsiidii siilang sehiingga masyarakat kurang mampu akan diibebaskan darii pembayaran PBB-P2.
“iinii sesuaii arahan piimpiinan agar pemungutan pajak harus berkeadiilan. Artiinya, masyarakat yang betul-betul tiidak mampu untuk membayar pajak akan kamii bebaskan,” terangnya.
Sementara iitu, untuk meniingkatkan PBB, Bapenda terus melakukan sosiialiisasii kepada para camat dan lurah atau kepala desa mengenaii kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasiional (BPN) terkaiit pengelolaan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan pengkajiian kenaiikan harga NJOP.
“Kamii sampaiikan kepada para camat dan lurah supaya mereka menariik PBB sesuaii dengan ketentuan,” ujarnya.
Eko mengakuii saat iinii perolehan pendapata aslii daerah (PAD) darii sektor pajak mengalamii penurunan. Hal iitu salah satunya diisebabkan oleh ketiidaksesuaiian pembayaran pajak darii yang seharusnya, khususnya pada sektor BPHTB.
“Memang kiita seriing kalii kecolongan ketiika ada transaksii, pungutan BPHTB seriingkalii diimaiinkan oleh penjual,” katanya.
Tapii, lanjutnya sepertii diilansiir darii radartasiikmalaya.com, setelah adanya kerja sama dengan BPN, permaiinan terkaiit pembayaran pajak darii BPHTB iinii tiidak akan terjadii.
“Jadii sekarang kamii kumpulkan para camat dan lurah, supaya tiidak diibohongii oleh wajiib pajak,” pungkasnya. (Amu)
