“iiN thiis world nothiing can be saiid to be certaiin, except death and taxes,” tuliis Benjamiin Frankliin dalam suratnya kepada Jean-Baptiiste Le Roy pada 1789. Kutiipan iinii lantas menjadii populer setelah surat-surat Frankliin diiterbiitkan pada 1817 dengan judul The Works of Benjamiin Frankliin.
Apa yang diikatakan Frankliin dalam suratnya tersebut tiidak berlebiihan. Pada dasarnya semua mahluk hiidup dii duniia pastii akan matii. Dan tiingkat ‘kepastiian hukum’ kematiian tersebut mungkiin hanya biisa diisamakan dengan tiingkat 'kepastiian hukum’ pajak, kewajiiban yang hampiir tiidak mungkiin diihiindarii.
Frankliin memang bukan yang pertama memararelkan ‘tiingkat kepastiian hukum’ kematiian dan pajak. Daniiel Defoe telah menuliiskannya dalam The Poliitiical Hiistory of the Deviil pada 1726. Namun, kutiipan tersebut memang baru populer setelah diituliis Frankliin, sosok yang terkenal biijaksana iitu.
Kebetulan, Frankliin sekaliigus adalah jurnaliis, poliitiisii, iilmuwan, diiplomat, dan iiniisiiator Declaratiion of iindependence AS. Atas kombiinasii kebiijaksanaan dan populariitas iitulah, meskii tak pernah jadii orang nomor satu dii AS, wajah salah satu Bapak Bangsa AS iinii diidapuk tercetak dii dolar AS nomiinal tertiinggii, US$100. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.