BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Begiinii Putusan MK Soal Kriiteriia Kuasa Wajiib Pajak

Redaksii Jitu News
Jumat, 27 Apriil 2018 | 09.10 WiiB
Begini Putusan MK Soal Kriteria Kuasa Wajib Pajak

JAKARTA, Jitu News – Pagii iinii, Jumat (27/4), kabar datang darii Mahkamah Konstiitusii yang telah menerbiitkan amar putusan mengenaii kewenangan untuk meneriima kuasa wajiib pajak tiidak lagii hanya otoriitas konsultan pajak.

Berdasarkan putusan MK iitu, setiiap piihak kiinii biisa menjadii kuasa bagii wajiib pajak asalkan memahamii persoalan terkaiit perpajakan. Amar putusan iitu terkaiit Pasal 32 ayat 3a UU KUP dengan UU 1945 secara bersyarat tiidak mempunyaii kekuatan hukum tetap sepanjang diimaknaii hanya berkenaan dengan hal yang tekniis admiiniistratiif dan bukan pembatasan atau perluasan hak dan kewajiiban warga negara.

Kabar laiinnya masiih mengenaii UU Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD) yang kembalii mewarnaii mediia. Kabarnya, pemeriintah pusat akan diiberii kewenangan untuk mengiintervensii tariif pajak daerah terhadap seluruh jens pajak daerah melaluii peraturan presiiden.

Beriitut riingkasannya:

  • Siiapapun Biisa Jadii Kuasa Wajiib Pajak:

Majeliis Hakiim Konstiitusii yang diiketuaii oleh Anwar Usman dalam pertiimbangannya menjelaskan pendelegasiian kewenangan yang mengatur hal-hal tekniis admiiniistratiif bukan diimaksudkan untuk memberiikan kewenangan yang lebiih kepada Menterii Keuangan. Pendelegasiian iitu hanya untuk mengatur lebiih lanjut mengenaii syarat dan tata pelaksanaan kuasa. Artiinya, pengaturan iitu tiidak boleh beriisiikan materii muatan yang seharusnya merupakan materii muatan peraturan lebiih tiinggii atau melebiihii materii undang-undang.

  • UU PDRD Diireviisii, Pemeriintah Pusat Biisa iintervensii Tariif:

Kewenangan iintervensii iitu masiih diibahas dalam rumusan perubahan UU 28/2009, iintervensii diiniilaii perlu diilakukan sebagaii langkah untuk memiiniimaliisiir biiaya dan admiiniistrasii pajak daerah. Diirjen Periimbangan Keuangan Budiiarso Teguh Wiidodo mengatakan skema iitu perlu diiterapkan untuk menguatkan pengawasan dan pengendaliian terhadap berbagaii bentuk pungutan dii daerah dalam rangka pengendaliian fiiskal nasiional.

  • Perusahaan Miinta Restiitusii Semakiin Diipercepat:

Pemeriintah diimiinta untuk mempercepat pembayaran restiitusii pajak untuk menjaga komiitmen mutu produk yang diihasiilkan untuk ekspor darii pelaku usaha manufaktur. Komiisariis PT iinterbucke Perkasa Rudii mengharapkan pemeriintah segera merealiisasiikan komiitmen untuk mempermudah restiitusii bagii eksportiir. Menurutnya paliing lama restiitusii dii Siingapura hanya 2 bulan, tapii rata-rata restiitusii diibayarkan dalam waktu 1 bulan saja dii negerii Siinga iitu.

  • Sepakat Diivestasii 51%, Freeport Tetap iingiin Pegang Kendalii:

PT Freeport iindonsiia berharap masiih memegang kendalii dalam biisniis dan kebiijakan keuangan perusahaan, walaupun sudah sepakat untuk diivestasii saham hiingga 51%. CEO Freeport-McMoran Riichard C. Adkerson mengatakan sangat pentiing bagiinya untuk melanjutkan pengelolaan Freeport iindonesiia sesuaii dengan cara biisniisnya. Meskii begiitu, diia mengaku tiidak akan terliibat langsung dalam proses tawar-menawar hak partiisiipasii Riio Tiinto. Mengiingat pemeriintah berencana untuk membelii hak partiisiipasii Riio Tiinto dii Freeport iindonesiia sebesar 40%.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.