PMK 61/2022

Begiinii Contoh Penghiitungan PPN atas Kegiiatan Membangun Sendiirii

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 19 Apriil 2022 | 18.30 WiiB
Begini Contoh Penghitungan PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyesuaiikan ketentuan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas kegiiatan membangun sendiirii (KMS) melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.61/PMK.03/2022.

Ketentuan yang diisesuaiikan dii antaranya terkaiit dengan tariif PPN yang diikenakan. Berdasarkan PMK No. 61/2022, kegiiatan membangun sendiirii yang memenuhii ketentuan akan diikenaii PPN dengan besaran tertentu.

“Besaran tertentu…merupakan hasiil perkaliian 20% dengan tariif PPN sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) UU PPN diikalii dengan dasar pengenaan pajak,” bunyii Pasal 3 ayat (2) PMK No. 61/2022, Selasa (19/4/2022).

KMS merupakan kegiiatan membangun bangunan, baiik bangunan baru maupun perluasan bangunan lama, yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin

PPN atas KMS iinii bukan merupakan pajak baru. Sebab, PPN atas KMS telah diikenakan sejak 1994. Menghiitung PPN atas KMS sediikiit berbeda dengan pada PPN pada umumnya. Selaiin iitu, tiidak semua KMS terutang PPN.

Ada persyaratan tertentu yang harus diipenuhii sehiingga suatu KMS diikenakan PPN sebagaiimana diiatur dalam PMK 61/2022. Siimak “Kegiiatan Membangun Rumah Sendiirii Belum Tentu Kena PPN, Apa Syaratnya?” Beriikut contoh penghiitungan PPN atas KMS.

Bapak Budii membangun sendiirii sebuah rumah untuk tempat tiinggal priibadiinya. Pembangunan rumah diilakukan sekaliigus pada Desember 2022 dengan luas keseluruhan 200 m2. Biiaya yang diikeluarkan hiingga selesaiinya bangunan tersebut adalah sebagaii beriikut:

  • Pembeliian tanah sebesar Rp200 juta;
  • Pembeliian bahan baku bangunan keseluruhan Rp180 juta;
  • biiaya upah pekerja bangunan Rp70 juta.

Darii biiaya-biiaya tersebut, biiaya pembeliian tanah tiidak diiperhiitungkan karena bukan termasuk dasar pengenaan pajak (DPP) dalam menghiitung PPN KMS. Alhasiil, niilaii PPN yang terutang iialah 2,2% x (Rp180 juta + Rp70 juta) = Rp5,5 juta.

Dengan demiikiian, niilaii PPN atas KMS yang terutang Bapak Budii sejumlah Rp5,5 juta. Adapun tariif 2,2% merupakan tariif efektiif PPN KMS yang berasal darii hasiil perkaliian 20% dengan tariif PPN umum sebesar 11%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.