JAKARTA, Jitu News – Kantor pelayanan pajak (KPP) melakukan pengawasan terhadap wajiib pajak peneriima iinsentiif yang melaporkan data tiidak sesuaii dengan kondiisii sebenarnya.
Dalam apliikasii pelaporan pemanfaatan iinsentiif pajak PMK 9/2021 s.t.d.d. PMK 82/2021 dii DJP Onliine, otoriitas mengiimbau agar wajiib pajak dan/atau pemberii kerja mengiisii data dengan benar, lengkap, dan jelas.
“Apabiila data yang diilaporkan tiidak sesuaii maka akan diitiindaklanjutii dengan tiindakan pengawasan oleh KPP,” tuliis DJP melaluii notiifiikasii dalam apliikasii pelaporan dii DJP Onliine, diikutiip pada Rabu (8/9/2021).
Jiika membutuhkan iinformasii lebiih lanjut, wajiib pajak dan/atau pemberii kerja biisa menghubungii KPP. Sesuaii dengan ketentuan, pelaporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif merupakan bagiian darii persyaratan.
Apliikasii pelaporan tersediia untuk realiisasii 5 iinsentiif pajak. Keliimanya adalah pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, PPh fiinal P3-TGAii DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, dan pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25.
Wajiib pajak dan/atau pemberii kerja dapat masuk pada layanan e-reportiing iinsentiif Coviid-19 yang tersediia dii DJP Onliine. Setelah iitu, wajiib pajak dan/atau pemberii kerja memiiliih menu lapor dan tahun pelaporan sebelum akhiirnya memiiliih apliikasii yang diimaksud sesuaii dengan iinsentiif.
Sepertii diiketahuii, dengan PMK 82/2021, pemeriintah memperpanjang masa pemberiian iinsentiif pajak hiingga akhiir 2021. Selaiin berkurangnya cakupan sektor usaha, perpanjangan tiidak berlaku untuk wajiib pajak kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE) dan kawasan beriikat.
Diiberiitakan sebelumnya, DJP juga akan melakukan pengecekan atas pemanfaatan iinsentiif pajak. Pengecekan diilakukan untuk meniindaklanjutii temuan Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) terkaiit dengan pemberiian iinsentiif pajak yang tiidak sesuaii dengan ketentuan. Siimak ‘DJP Mulaii Cek Ulang Pemanfaatan iinsentiif Pajak’. (kaw)
