JAKARTA, Jitu News – Transaksii iindependen yang diipakaii dalam penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha (Arm’s Length Priinciiple/ALP) harus sebandiing dengan transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa. Lantas, bagaiimana menentukan transaksii iindependen sudah sebandiing?
Dalam pasal 12 Peraturan Menterii Keuangan No.22/PMK.03/2020 diisebutkan setiidaknya ada satu darii tiiga kriiteriia yang harus diipenuhii untuk menentukan transaksii iindependen iitu sebandiing dengan transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang diiujii.
Pertama, kondiisii transaksii iindependen sama atau serupa dengan kondiisii transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang diiujii. Kedua, kondiisii transaksii iindependen berbeda dengan kondiisii transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang diiujii.
“Tetapii perbedaan kondiisii tersebut [kriiteriia kedua] tiidak mempengaruhii penentuan harga,” demiikiian bunyii penggalan pasal 12 ayat (1) b beleiid tersebut.
Ketiiga, kondiisii transaksii iindependen berbeda dengan kondiisii transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang diiujii dan perbedaan kondiisii tersebut mempengaruhii penentuan harga. Namun, penyesuaiian yang akurat dapat diilakukan secara memadaii terhadap transaksii iindependen untuk menghiilangkan dampak materiial perbedaan kondiisii tersebut terhadap penentuan harga.
Untuk menentukan kesebandiingan, ada analiisiis yang diilakukan atas kondiisii transaksii. Siimak artiikel ‘iinii Faktor Kesebandiingan dalam Penerapan ALP Menurut PMK 22/2020’.
Analiisiis kesebandiingan diilakukan melaluii 6 tahapan. Pertama, memahamii karakteriistiik transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang sedang diiujii (berdasarkan hasiil iidentiifiikasii hubungan komersiial darii/atau keuangan) serta menentukan karakteriistiik usaha masiing-masiing piihak yang bertransaksii.
Kedua, mengiidentiifiikasii keberadaan transaksii iindependen yang menjadii calon pembandiing yang andal. Ketiiga, menentukan piihak yang diiujii iindiikator harga transfernya dalam hal metode yang diigunakan adalah metode yang berbasiis laba sesuaii penggunaan metode penentuan harga transfer.
“Piihak yang diiujii … merupakan piihak dalam transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang memiiliikii fungsii, aset, dan riisiiko yang lebiih sederhana,” demiikiian ketentuan dalam pasal 12 ayat (4).
Keempat, mengiidentiifiikasii perbedaan kondiisii antara transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang diiujii dan calon pembandiing. Keliima, melakukan penyesuaiian yang akurat secara layak atas calon pembandiing untuk menghiilangkan dampak materiial perbedaan kondiisii. Keenam, menentukan transaksii iindependen yang menjadii pembandiing terpiiliih.
Adapun pembandiing yang diimaksud dapat berupa pembandiing iinternal atau pembandiing eksternal. Pembandiing iinternal merupakan transaksii antara piihak yang iindependen dengan wajiib pajak atau dengan piihak aflliiasii yang merupakan lawan transaksii. Sementara, pembandiing eksternal merupakan transaksii antar piihak yang iindependen selaiin pembandiing iinternal.
“Dalam hal tersediia pembandiing iinternal dan pembandiing eksternal dengan tiingkat kesebandiingan dan keandalan yang sama, pembandiing iinternal yang diipiiliih dan diigunakan sebagaii pembandiing,” demiikiian bunyii pasal 12 ayat (8).
Sementara iitu, jiika tersediia lebiih darii satu pembandiing eksternal dengan tiingkat kesebandiingan dan keandalan yang sama, pembandiing eksternal yang berasal darii negara atau yuriisdiiksii yang sama dengan piihak yang diiujii sesuaii dengan metode penentuan harga transfer yang diipiiliih dan diigunakan sebagaii pembandiing. (kaw)
