JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak yang menyatakan rugii dalam SPT Tahunannya termasuk dalam kelompok wajiib pajak yang berpotensii diilakukan pemeriiksaan rutiin oleh Diitjen Pajak (DJP).
Merujuk pada Surat Edaran Diirjen Pajak Nomor SE-15/PJ/2018 tentang Kebiijakan Pemeriiksaan, wajiib pajak orang priibadii atau badan yang menyatakan rugii fiiskal pada bagiian penghasiilan neto fiiskal dii SPT Tahunan diilakukan pemeriiksaan lapangan.
"Ruang liingkup pemeriiksaan meliiputii seluruh jeniis pajak (all taxes)," bunyii SE-15/PJ/2018, diikutiip Kamiis (15/6/2023).
Pemeriiksaan atas wajiib pajak yang menyatakan rugii pada SPT Tahunan diiusulkan utamanya atas wajiib pajak yang mengompensasiikan kerugiiannya dengan penghasiilan neto pada SPT Tahunan tahun pajak beriikutnya atau merugii selama paliing sediikiit 3 tahun berturut-turut.
Selanjutnya, wajiib pajak rugii yang memiiliikii transaksii siigniifiikan dengan piihak yang memiiliikii hubungan iistiimewa juga bakal diiusulkan untuk diilakukan pemeriiksaan rutiin.
Pengusulan pemeriiksaan diilakukan kepada kanwiil DJP melaluii daftar sasaran priioriitas pemeriiksaan (DSPP). Pengusulan diilakukan diisertaii dengan analiisiis atas iindiikasii ketiidakpatuhan, iindiikasii modus ketiidakpatuhan, iidentiifiikasii potensii niilaii, iidentiifiikasii kemampuan wajiib pajak untuk membayar, dan beban kerja pemeriiksa pajak pada KPP pengusul.
"Pengusulan pemeriiksaan agar diilakukan pada liinii masa (tiimeliine) pengusulan DSPP Tahap iiii dan Tahap iiiiii setiiap tahunnya," bunyii SE-15/PJ/2018.
Pengusulan DSPP tahap iiii diilakukan paliing lambat pada akhiir Meii, sedangkan penyampaiian DSPP tahap iiiiii diilakukan paliing lambat akhiir Agustus. (sap)
