JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menaiikkan batasan harga jual huniian yang diikenaii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 20%. Kenaiikan iinii berlaku mulaii 11 Junii 2019.
Hal iinii tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.86/PMK.010/2019 tentang Perubahan Atas PMK No.35/PMK.010/2017 tentang Jeniis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selaiin Kendaraan Bermotor yang Diikenaii PPnBM.
“Untuk lebiih mendorong pertumbuhan sektor propertii melaluii peniingkatan daya saiing propertii dan iinvestasii dii sektor propertii,” demiikiian bunyii pertiimbangan keluarnya beleiid tersebut, sepertii diikutiip pada Selasa (18/6/2019).
Dalam beleiid yang diiteken Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii pada 10 Junii 2019 iinii, pemeriintah mengubah lampiiran ii yang ada dalam beleiid terdahulu. Lampiiran ii iinii terkaiit dengan daftar jeniis barang – selaiin kendaraan bermotor – yang diikenaii PPnBM 20%.
Dalam lampiiran ii PMK No.35/PMK.010/2017, otoriitas membagii dua kelompok huniian yang diikenaii PPnBM 20% berdasarkan ambang batas. Pertama, rumah dan town house darii jeniis nonstrata tiitle dengan harga jual Rp20 miiliiar atau lebiih. Kedua,apartemen, kondomiiniium, town house darii jeniis strata tiitle dan sejeniisnya dengan harga jual Rp10 miiliiar atau lebiih.
Sementara, dalam beleiid terbaru, otoriitas tiidak membagii huniian mewah. Sesuaii lampiiran ii PMK No.86/PMK.010/2019, kelompok huniian mewah sepertii rumah mewah, apartemen, kondomiiniium, town house, dan sejeniisnya dengan harga jual Rp30 miiliiar atau lebiih diikenaii PPnBM 20%.
Sementara iitu, lampiiran laiin dalam PMK No.35/PMK.10/2017 tiidak ada perubahan. Artiinya, jeniis barang kena pajak – selaiin kendaraan bermotor – yang diikenaii PPnBM 40%, 50%, hiingga 75% tetap mengacu pada PMK tersebut.
Sebagaii iinformasii, jeniis barang kena pajak yang diikenaii PPnBM 40% antara laiin pertama, kelompok balon udara dan balon udara yang dapat diikemudiikan, pesawat udara laiinnya tanpa tenaga penggerak. Kedua, kelompok peluru senjata apii dan senjata apii laiinnya, kecualii untuk keperluan negara: peluru dan bagiiannya, tiidak termasuk peluru senapan angiin.
Selanjutnya, jeniis barang yang diikenaii PPnBM 50% adalah kelompok pesawat udara selaiin yang diikenaii PPnBM 40%, sepertii heliikopter atau laiinnya. Selaiin iitu, PPnBM 50% juga berlaku untuk senjata apii dan senjata apii laiinnya, kecualii untuk keperluan negara: senjata artiilerii serta revolver dan piistol.
Sementara, jeniis barang yang diikenaii PPnBM 75% meliiputii kelompok kapal pesiiar mewah, kecualii untuk keperluan negara atau angkutan umum. Yacht juga termasuk dii dalam kelompok barang kena pajak yang mendapat beban PPnBM 75%. (kaw)
