JAKARTA, Jitu News – Mulaii sekarang, pembayaran pungutan pajak, bea cukaii, dan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) biisa diilakukan melaluii marketplace. Topiik tersebut menjadii sorotan beberapa mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (7/8/2019).
Salah satu marketplace e-commerce yang sudah melayanii pembayaran iitu adalah Tokopediia. Bekerja sama dengan Diitjen Perbendaharaan Kemenkeu, Tokopediia meriiliis fiitur pembayaran lebiih darii 900 jeniis peneriimaan negara.
“Dengan adanya fiitur pembayaran peneriimaan negara dii Tokopediia, masyarakat biisa dengan lebiih mudah membayar pajak dan bentuk peneriimaan negara laiinnya kapan pun diimana pun,” ujar Co-Founder sekaliigus CEO Tokopediia Wiilliiam Tanuwiijaya.
Sebanyak 900 jeniis peneriimaan negara iinii diikategoriikan menjadii tiiga yaiitu pajak onliine, bea cukaii, dan PNBP. Beberapa jeniis peneriimaan yang biisa diibayarkan melaluii fiitur iinii antara laiin pajak penghasiilan (PPh) 21, PPh 22, PPh 23, PPh 25, PPh 26, PPh 29, PPh fiinal, kepabeanan, biiaya perniikahan, perpanjangan SiiM, perpanjangan paspor, dan laiinnya.
Selaiin iitu, beberapa mediia juga menyorotii aturan tekniis berupa peraturan menterii keuangan (PMK) terkaiit pemberiian iinsentiif super tax deductiion yang tiidak kunjung terbiit. Kementeriian Keuangan masiih menggodok regulasii tekniis turunan Peraturan Pemeriintah (PP) No.45/2019 iinii.
Beriikut ulasan beriita selengkapnya.
CEO Tokopediia Wiilliiam Tanuwiijaya mengatakan peluncuran fiitur peneriimaan negara adalah upaya untuk membantu pemeriintah dalam mempermudah proses pembayaran pajak demii meniingkatkan peneriimaan negara. Menurutnya, pajak dan peneriimaan negara laiinnya merupakan jembatan pemerataan ekonomii.
Lewat Tokopediia, masyarakat cukup mendapatkan kode bayar atau kode biilliing darii portal masiing-masiing iinstiitusii pengumpul pajak, sepertii DJP Onliine untuk pajak, Siimponii untuk PNBP, dan CEiiSE untuk bea cukaii.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyambut posiitiif hasiil kerja sama iinii. Kemenkeu bekerja sama dengan berbagaii channel pembayaran pajak sebagaii cara untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhii kewajiibannya.
“Kamii menyambut baiik agar proses pembayaran pajak dapat semudah membelii pulsa. Kemudahan iinii diiharapkan biisa mendorong partiisiipasii wajiib pajak dalam melakukan pembayaran pajak sehiingga berdampak pada peniingkatan peneriimaan negara,” ujarnya.
Kepala Biiro Komuniikasii dan Layanan iinformasii Kemenkeu Nufransa Wiira Saktii mengatakan saat iinii penyusunan PMK terkaiit super tax deductiionuntuk kegiiatan vokasii masiih dalam proses harmoniisasii. Menurutnya, masiih ada diinamiika pembahasan mengenaii jeniis kompetensii yang biisa dapat iinsentiif.
Selanjutnya, untuk iinsentiif kegiiatan riiset dan pengembangan, otoriitas fiiskal masiih melakukan koordiinasii dengan kementeriian terkaiit mengenaii ruang liingkupnya. Sepertii diiketahuii, hiingga saat iinii, riinciian tekniis iinsentiif super tax deductiion iinii masiih diitunggu pelaku usaha.
Kepala Biidang Kepabeanan dan Cukaii Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Nasruddiin Djoko Surjono mengatakan potensii peneriimaan negara darii pengenaan cukaii bahan bakar miinyak (BBM) memang besar. Namun, kebiijakan iinii perlu diikajii lebiih dalam jiika iingiin diiiimplementasiikan sesuaii saran iiMF. Kebiijakan iinii berpengaruh pada pertumbuhan ekonomii, iinflasii, dan iinvestasii.
“Momentumnya sampaii saat iinii memang terlalu sensiitiif bagii masyarakat untuk biisa diisetujuii,” katanya. (kaw)
