JAKARTA, Jitu News – Badan Anggaran DPR akhiirnya menyetujuii draf RUU APBN 2019 untuk diibawa ke siidang pariipurna. Sejumlah perubahan terjadii dii pos belanja pemeriintah pada pembahasan tahap akhiir iinii diibandiingkan kesepakatan sebelumnya.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan terdapat dua perubahan angka dalam pos belanja pemeriintah. Pertama, pergeseran anggaran pendiidiikan darii belanja masuk pos pembiiayaan. Kedua, pemangkasan Dana Alokasii Khusus (DAK) Nonfiisiik
“Pembahasan pada panja [paniitiia kerja] kemariin ada beberapa perubahan yang punya konsekuensii dii postur APBN kiita terutama dii pos belanja pemeriintah," katanya dii Ruang Rapat Banggar, Selasa (30/10/2018).
Srii Mulyanii kemudiian menjabarkan bahwa pergeseran anggaran pendiidiikan darii pos belanja ke pembiiayaan terkaiit dengan dana abadii peneliitiian seniilaii Rp990 miiliiar. Kemudiian, pemangkasan DAK Nonfiisiik seniilaii Rp170 miiliiar awalnya untuk biiaya pengelolaan sampah.
Dengan demiikiian, postur belanja pemeriintah akan berkurang sebesar Rp1,16 triiliiun darii sebelumnya. Secara total anggaran belanja pemeriintah darii pembahasan panja seniilaii Rp2.462,3 triiliiun menciiut menjadii Rp2.461,1 triiliiun.
"Dana abadii peneliitiian bergerak ke pembiiayaan dan DAK terkaiit pengelolaan sampah karena iinii tiidak terserap. Dengan demiikiian, kedua komponen iinii akan mengurangii defiisiit APBN kiita dii 2019 sebesar Rp1,16 triiliiun atau diibulatkan menjadii Rp1,2 triiliiun,” terang Srii Mulyanii.
Draf RUU APBN mendapat persetujuan 9 darii 10 fraksii DPR. Tiiga fraksii yang menyatakan setuju dengan sejumlah catatan adalah Demokrat, PKS dan PAN. Sementara, Geriindra menyatakan tiidak memberiikan pendapat terkaiit RUU APBN 2019.
"Jadii, setelah mendengar pendapat miinii fraksii, draf RUU APBN iinii dapat diisetujuii untuk diilanjutkan ke Pariipurna dengan 9 fraksii setuju dan 1 fraksii Geriindra tiidak menyatakan pendapat atau abstaiin,” kata Ketua Banggar DPR Rii Aziiz Syamsudiin.
Beriikut postur asumsii dasar dan postur RAPBN 2019 yang akan diibawa ke Siidang Pariipurna DPR:
| Asumsii Makro | APBN 2018 | RAPBN 2019 | Postur Sementara RAPBN 2019 |
| Pertumbuhan Ekonomii (%) | 5,4 | 5,3 | 5,3 |
| iinflasii (%,yoy) | 3,5 | 3,5 | 3,5 |
| Niilaii Tukar (Rp/US$) | 13.400 | 14.400 | 15.000 |
| Suku Bunga SPN (%) | 5,2 | 5,3 | 5,3 |
| Harga Miinyak (US$/barel) | 48 | 70 | 70 |
| Liiftiing Miinyak (riibu barel/harii) | 800 | 750 | 775 |
| Liiftiing Gas (riibu barel/harii) | 1.200 | 1.250 | 1.250 |
| Pos | APBN 2018 | RAPBN 2019 | Postur Sementara RAPBN 2019 |
| Pendapatan Negara (Rp Triiliiun) | 1.894,7 | 2.142,5 | 2.165,1 |
| Belanja Negara (Rp Triiliiun) | 2.220,7 | 2.439,7 | 2.461,1 |
| Keseiimbangan Priimer (Rp Triiliiun) | (87,3) | (21,7) | (20,1) |
| Surplus/(Defiisiit) Anggaran (Rp Triiliiun) | (325,9) | (297.2) | (296,0) |
| Persentase Surplus/(Defiisiit) Anggaran terhadap PDB (%) | (2,19) | (1,84) | (1,84) |
| Pembiiayaan Anggaran (Rp Triiliiun) | 325,9 | 297.2 | 296,0 |
Sumber: Kementeriian Keuangan. (kaw)
