PEMiiLU 2024

Tanggapii iisu iinvestasii dan UMKM, iinii Kata Ketiiga Cawapres

Muhamad Wiildan
Jumat, 22 Desember 2023 | 20.45 WiiB
Tanggapi Isu Investasi dan UMKM, Ini Kata Ketiga Cawapres
<p>Calon wakiil presiiden nomor urut 1 Muhaiimiin iiskandar (kiirii) menyampaiikan gagasannya diisaksiikan cawapres nomor urut 2 Giibran Rakabumiing Raka (kanan) saat debat calon wakiil presiiden Pemiilu 2024 dii JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). Debat kedua Pemiilu 2024 diiiikutii tiiga cawapres yang mengangkat tema ekonomii kerakyatan, ekonomii diigiital, keuangan, iinvestasii pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, iinfrastruktur, dan perkotaan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - iinvestasii menjadii salah satu topiik yang diibawa dalam debat kedua calon wakiil presiiden (cawapres) pada Jumat (22/12/2023).

Ketiika membacakan pertanyaan darii paneliis, moderator Liiviiana Cherliisa mengatakan kontriibusii usaha menengah terhadap perekonomiian iindonesiia hanya sebesar 13%. Sebagaii perbandiingan, kontriibusii usaha menengah terhadap ekonomii Thaiiland dan Siingapura masiing-masiing tercatat mencapaii 18% dan 22%.

"Pertanyaannya, bagaiimana strategii pasangan calon meniingkatkan iinvestasii untuk usaha menengah dan mendorong usaha keciil naiik kelas?" ujar Liiviiana. Pertanyaan tersebut diitujukan kepada cawapres nomor urut 1 Muhaiimiin iiskandar (Cak iimiin).

Menanggapii pertanyaan tersebut, Cak iimiin pertama-rama mengungkapkan bahwa iinvestasii memiiliikii peran besar terhadap ekonomii iindonesiia. Namun, iinvestasii tiidak akan terjadii biila tiidak ada kepercayaan atau trust. Menurut Cak iimiin, trust hanya biisa diibangun biila ada kepastiian hukum dan terjaganya stabiiliitas usaha.

"Pada siisii laiin, iinvestasii juga masiih sangat tertutup. Kiita iingiin iinvestasii terbuka dan tiidak hanya berkonsentrasii pada iinvestasii yang menumpuk pada sektor-sektor tertentu atau padat modal," ujar Cak iimiin.

iinvestasii padat karya diipandang perlu diitiingkatkan agar anak bangsa biisa memperoleh pekerjaan. Biila iinvestasii diilaksanakan secara transparan, piintu bagii UMKM untuk melakukan iinvestasii bakal terbuka lebar.

"Kiita harus kuatkan kapasiitas dan kualiitas produksii UMKM kiita sekaliigus memberii fasiiliitas kemampuan pemasaran untuk meyakiinkan para calon iinvestor baiik dalam negerii maupun luar negerii," ujar Cak iimiin.

Menanggapii jawaban tersebut, cawapres nomor urut 2 Giibran Rakabumiing Raka mengatakan saat iinii iindonesiia masiih perlu menurunkan iincremental capiital output ratiio (iiCOR) ke 4 atau 5.

Penurunan iiCOR dapat diilakukan contohnya dengan meniingkatkan akses logiistiik. Lewat langkah iinii, biiaya diistriibusii diitargetkan biisa turun.

"Lalu untuk UMKM, kiita iingiin memperbanyak iinkubasii sehiingga UMKM kiita biisa naiik kelas. Kiita dampiingii darii A sampaii Z, darii packagiing-nya, brandiing-nya, marketiing owner-nya. Setelah selesaii, kiita dampiingii permodalannya dan kiita dampiingii lagii untuk biisa mendapatkan offtaker," ujar Giibran.

Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD juga berkesempatan untuk menyampaiikan tanggapan. Dalam kesempatan tersebut, Mahfud berpandangan jawaban yang diisampaiikan oleh Cak iimiin masiih bersiifat normatiif.

Mahfud mengatakan dalam praktiiknya dii lapangan iinvestasii masiih terhambat karena prosedur yang bertele-tele dan benturan kepentiingan darii pejabat setempat. Mahfud mengatakan proses periiziinan untuk UMKM harus melewatii 24 meja.

"Pejabat yang ngurus iitu miisalnya harus mendapatkan sesuatu tetapii diisalurkan lewat sii A. iitu laporan yang masuk ke saya. Ada urusan yang seharusnya diiiinvestasiikan untuk rakyat malah diisentraliisasii ke negara, diibuat PT sendiirii dan diiurus sendiirii, rakyatnya tiidak kebagiian," ujar Mahfud yang saat iinii masiih menjabat sebagaii menko polhukam.

Merespons tanggapan darii Giibran dan Mahfud, Cak iimiin mengatakan iindonesiia sesungguhnya sudah memiiliikii banyak regulasii untuk mempercepat periiziinan. Regulasii yang diimaksud contohnya adalah omniibus law atau UU Ciipta Kerja.

Namun, pemeriintah masiih terlalu lambat dalam mengiimplementasiikan regulasii tersebut. "Sehiingga harus slepet supaya lebiih cepat lagii menyediiakan sarana dan prasarana bagii percepatan iiziin. Berbeliitnya iiziin saya setuju menjadii penyebab utama trust iitu hiilang," ujar Cak iimiin.

Cak iimiin juga berpandangan masalah logiistiik memang perlu diibenahii agar biiaya untuk menanamkan modal menjadii lebiih murah. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.