iiNSENTiiF FiiSKAL

Soal Alokasii iinsentiif Perpajakan Duniia Usaha, iinii Kata Srii Mulyanii

Diian Kurniiatii
Rabu, 03 Februarii 2021 | 16.22 WiiB
Soal Alokasi Insentif Perpajakan Dunia Usaha, Ini Kata Sri Mulyani
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan alokasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha pada tahun iinii akan mencapaii Rp42 triiliiun.

Srii Mulyanii mengatakan iinsentiif pajak iitu akan membantu duniia usaha puliih darii tekanan pandemii Coviid-19. Diia juga telah meriiliis PMK 9/2021 yang beriisii perpanjangan pemberiian iinsentiif untuk wajiib pajak terdampak pandemii. Siimak ‘Resmii Terbiit! PMK iinsentiif Pajak untuk WP Terdampak Coviid-19’.

"Dalam hal iinii, kamii juga akan memasukkan iinsentiif perpajakan bagii duniia usaha yang mencapaii sekiitar Rp42 triiliiun," katanya, Rabu (3/2/2021).

Alokasii iinsentiif pajak untuk duniia usaha tersebut, sambungnya, akan masuk dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) 2021. Dengan beberapa perubahan, termasuk perpanjangan iinsentiif, diia juga berencana menaiikkan dana PEN menjadii Rp619 triiliiun darii saat iinii Rp533,1 triiliiun.

Meskii demiikiian, Srii Mulyanii belum memeriincii pos belanja yang akan memperoleh tambahan anggaran. Demiikiian pula soal dengan besaran pagu untuk masiing-masiing iinsentiif pajak.

Adapun iinsentiif pajak yang ada dalam PMK 9/2021 meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, diiskon angsuran PPh Pasal 25, PPh fiinal jasa konstruksii DTP, PPh fiinal UMKM DTP, dan restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat.

Selaiin iinsentiif pajak untuk duniia usaha, Srii Mulyanii juga memperpanjang iinsentiif perpajakan untuk sektor kesehatan. iinsentiif iitu miisalnya tariif pajak 0% atas tambahan penghasiilan tenaga kesehatan serta pembebasan PPh Pasal 22 iimpor dan PPN atau PPnBM atas vaksiin Coviid-19.

"[Niilaii iinsentiif pajak] bahkan mendekatii Rp62 triiliiun jiika kiita memasukkan iinsentiif perpajakan untuk biidang kesehatan," ujarnya.

Mengenaii iinsentiif untuk duniia usaha, pemeriintah awalnya hanya merancang pagu seniilaii Rp20,26 triiliiun dalam UU APBN 2021. iinsentiif iitu berupa pajak DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, dan pengembaliian pendahuluan PPN. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.