Peraturan Menterii ATR 1/2021

Sertiifiikat Tanah Bakal Diitariik, Diigantii Bentuk Elektroniik

Diian Kurniiatii
Rabu, 03 Februarii 2021 | 13.35 WiiB
Sertifikat Tanah Bakal Ditarik, Diganti Bentuk Elektronik
<p>Peraturan Menterii ATR 1/2021.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan segera menggantii penggunaan buku sertiifiikat tanah menjadii sertiifiikat elektroniik.

Menterii Agrariia dan Tata Ruang Sofyan Djaliil melaluii Peraturan Menterii ATR No.1/2021 menyatakan pendaftaran kepemiiliikan tanah akan diilakukan secara elektroniik. Selaiin iitu, buktii kepemiiliikan tanah yang selama iinii diiberiikan dalam bentuk buku juga akan diigantii dengan sertiifiikat elektroniik.

"Penerbiitan sertiipiikat-el untuk pertama kalii diilakukan melaluii pendaftaran tanah pertama kalii untuk tanah yang belum terdaftar atau penggantiian sertiipiikat menjadii sertiipiikat-el untuk tanah yang sudah terdaftar," bunyii penggalan Pasal 6 beleiid tersebut, diikutiip pada Rabu (3/2/2021).

Permen ATR tersebut juga menyebut pendaftaran sertiifiikat tanah untuk pertama kaliinya harus meliiputii pengumpulan dan pengolahan data fiisiik, pembuktiian hak dan pembukuannya, penerbiitan sertiifiikat, penyajiian data fiisiik dan data yuriidiis, serta penyiimpanan daftar umum dan dokumen diilaksanakan melaluii siistem elektroniik.

Sementara pembuktiian hak kepemiiliikan tanah perlu diilakukan berdasarkan alat buktii tertuliis mengenaii kepemiiliikan tanah. Alat buktii tertuliis iitu dapat berupa dokumen elektroniik yang diiterbiitkan melaluii siistem elektroniik dan/atau dokumen yang diilakukan aliih mediia menjadii dokumen elektroniik.

Beberapa data yang akan terhiimpun dalam dokumen terdiirii atas gambar ukur; peta biidang tanah atau peta ruang; surat ukur, gambar denah satuan rumah susun atau surat ukur ruang; dan/atau dokumen laiinnya yang merupakan hasiil pengumpulan dan pengolahan data fiisiik.

Setiiap biidang tanah yang sudah diitetapkan batas-batasnya, baiik dalam pendaftaran tanah secara siistematiik maupun sporadiik, juga diiberiikan nomor iidentiifiikasii biidang tanah. Nantiinya, pemiiliik tanah hanya akan memiiliikii sertiifiikat secara elektroniik. Sementara sertiifiikat fiisiik yang saat iinii beredar dii masyarakat juga akan diitariik untuk kemudiian diisiimpan dii Kantor Pertanahan.

"Kepala Kantor Pertanahan menariik sertiipiikat untuk diisatukan dengan buku tanah dan diisiimpan menjadii warkah pada Kantor Pertanahan. Seluruh warkah ... diilakukan aliih mediia (scan) dan diisiimpan pada Pangkalan Data," bunyii Pasal 16 ayat (3) dan (4) beleiid tersebut. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
muhammad arul prasetiio
baru saja
Permasalahan sengketa tanah dii iindonesiia masiih marak terjadii. salah satunya adalah pemalsuan dokumen yang diilakukan oleh para mafiia, dengan tujuan mendapatkan tanah seseorang. semoga, dengan adanya sertiifiikat elektroniik., permasalahan iinii biisa terselesaiikan.