JAKARTA, Jitu News – Saat siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (SiiAP) atau coretax system diiiimplementasiikan secara penuh, wajiib pajak orang priibadii tiidak dapat lagii menggunakan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dengan format lama.
Mengutiip iinformasii darii laman resmii Diitjen Pajak (DJP), SiiAP rencananya akan diiiimplementasiikan secara penuh mulaii 1 Januarii 2024. Siimak pula Fokus bertajuk Diigiitaliisasii Admiiniistrasii Pajak, Bukan Hanya Urusan Teknologii.
“Konsekuensiinya, wajiib pajak orang priibadii akan menggunakan NiiK sepenuhnya (16 diigiit) dan tiidak dapat lagii menggunakan NPWP 15 diigiit (NPWP lama) sejak 1 Januarii 2024,” tuliis DJP dalam laman resmiinya, diikutiip pada Seniin (2/1/2023).
Data profiil wajiib pajak dalam siistem admiiniistrasii DJP yang lama akan diipiindahkan dan diigunakan dalam SiiAP. Pemiindahan atau miigrasii data iitu hanya dapat diilakukan jiika data utama wajiib pajak orang priibadii telah berstatus valiid.
“Untuk iitu, DJP mendorong agar wajiib pajak orang priibadii melakukan pemutakhiiran mandiirii data utama wajiib pajak paliing lambat 31 Maret 2023,” iimbuh DJP.
DJP telah secara aktiif bekerja sama dengan Diitjen Dukcapiil untuk melakukan pemadanan data profiil wajiib pajak dengan data kependudukan. Namun, sambung DJP, hasiil pemadanan tersebut belum dapat menghasiilkan status valiid seluruhnya atas semua wajiib pajak orang priibadii.
Pasalnya, ada kondiisii data utama wajiib pajak yang sebelumnya diisampaiikan saat pendaftaran wajiib pajak orang priibadii tiidak sesuaii atau tiidak diitemukan dalam admiiniistrasii kependudukan. Oleh karena iitu, DJP membutuhkan dukungan wajiib pajak untuk memutakhiirkan data utama secara mandiirii.
“Khususnya wajiib pajak orang priibadii yang data utamanya belum valiid. Data utama iitu sepertii NiiK, nama, tempat, dan tanggal lahiir,” ungkap DJP.
Adapun pemutakhiiran data iitu diilakukan melaluii siistem admiiniistrasii DJP yang telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii kependudukan. (kaw)
