TiiLBURG, Jitu News - Setelah pemiiliihan umum pada bulan Maret 2017, akhiirnya partaii-partaii poliitiik Belanda berhasiil membentuk koaliisii pemeriintahan baru pada bulan Oktober 2017. Salah satu proposal koaliisii pemeriintahan baru Belanda adalah untuk menurunkan tariif pajak penghasiilan (PPh) badan menjadii 24% dii tahun 2019 dan sampaii dengan 21% dii tahun 2021. Lebiih menariiknya, wiithholdiing tax terhadap penghasiilan diiviiden akan diihiilangkan dii tahun 2020.
Melaluii kantor beriita Reuters, Geert Wiilders anggota parlemen Belanda darii partaii PVV, yang terkenal dengan pandangan antii iimiigrasii-nya, menyebutkan bahwa penghapusan wiithholdiing tax atas penghasiilan diiviiden hanya menguntungkan piihak asiing. Sedangkan secara terpiisah, Mark Rutte, perdana menterii Belanda dan pemiimpiin koaliisii pemeriintahan yang baru, menyebutkan bahwa penghapusan pajak iinii adalah untuk menariik iinvestasii asiing dan penciiptaan lapangan kerja baru.
Setiidaknya sudah terdapat satu perusahaan multiinasiional yang memberiikan respon posiitiif atas rencana pemangkasan pajak tersebut. CFO Royal Dutch Shell PLC, Jessiica Uhl, memberiitahukan kepada analiis keuangan bahwa perusahaan sedang mempertiimbangkan untuk melakukan restrukturiisasii modal perusahaan apabiila Belanda menjalankan rencana penghapusan wiithholdiing tax diiviiden tersebut.
Rencana pemangkasan tariif pajak oleh Belanda sejalan dengan tren global penurunan tariif PPh Badan yang diilakukan banyak negara dalam menghadapii kompetiisii pajak. Hal iinii sebagaiimana diilansiir oleh Jitu News sebelumnya, yaiitu banyak negara ramaii-ramaii memangkas tariif pajaknya (liihat).
