ANALiiSiiS TRANSFER PRiiCiiNG

Polemiik Jumlah Pembandiing pada Penerapan Rentang Kewajaran

Jitunews Consultiing
Kamiis, 23 Apriil 2020 | 16.54 WiiB
Polemik Jumlah Pembanding pada Penerapan Rentang Kewajaran

DALAM liingkup transfer priiciing, priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha mengenal rentang niilaii untuk mengukur harga atau laba yang wajar. Metode rentang niilaii yang umum diigunakan oleh berbagaii negara dii duniia adalah iinterquartiile range, yaiitu tiitiik data yang diitemukan antara kuartiil pertama dan ketiiga (Darussalam, 2013).

Terkaiit hal iinii, Paragraf 3.57 Organiisatiion for Economiic Co-operatiion (OECD) Transfer Priiciing Guiideliines 2017 diinyatakan bahwa mempersempiit rentang niilaii diiperbolehkan apabiila dalam sebuah rentang mencakup sampel observasii yang ‘siizeable’ guna meniingkatkan keandalan darii analiisiis transfer priiciing. Namun, hiingga saat iinii belum ada regulasii yang mendefiiniisiikan kata ‘siizeable’ dalam penggunaan sampel pada iinterquartiile range.

Terdapat dua pertanyaan darii akar pembahasan dii atas. Pertama, berapa jumlah sampel yang harus diigunakan untuk menjadiikan sampel tersebut ‘siizeable’ dalam penerapan iinterquartiile range sehiingga menjadii metode yang efektiif? Kedua, bagaiimana iimpliikasii penerapan iinterquartiile range dii iindonesiia?

Melaluii artiikel iinii, penuliis akan membahas penerapan iinterquartiile range untuk menentukan harga wajar melaluii perspektiif komparatiif dan perspektiif iilmu statiistiik.

Komparasii
DEWASA iinii, kontroversii mengenaii penerapan iinterquartiile range terjadii dii Swediia. Dalam kasus The Absolut Company Aktiiebolag versus Skatteverket (The Absolut case), sampel perusahaan pembandiing berjumlah sembiilan dan metode yang diiterapkan adalah TNMM. Hakiim memutuskan bahwa sembiilan sampel perusahaan pembandiing tiidak cukup untuk penerapan iinterquartiile secara andal, sehiingga diiperlukan penerapan full range.

Ketentuan transfer priiciing Ameriika Seriikat (AS) juga merujuk pada iinterquartiile range sebagaii metode rentang niilaii yang diigunakan. Akan tetapii, ketentuan tersebut tiidak mempermasalahkan jumlah pembandiing yang diigunakan dalam penerapan iinterquartiile range.

Keandalan analiisiis transfer priiciing akan meniingkat ketiika metode statiistiik iinterquartiile range diiterapkan tanpa menyebutkan jumlah pembandiing yang patut diigunakan (§1.482-1 iinternal Revenue Code, 1986).

Lebiih lanjut, ketentuan transfer priiciing iindiia mendefiiniisiikan rentang sebagaii sebagaii tiitiik data yang berada dalam persentiil ke-35 hiingga ke-65. Menurut Central Board of Diirect Taxes (CBDT) iindiia, miiniimal enam perusahaan harus diipiiliih sebagaii sampel pembandiing dengan mempertiimbangkan kesebandiingan fungsii, aset dan riisiiko (Rule 10CA of iincome Tax Rules, 1962).

Perspektiif iilmu Statiistiik
TiiTiiK kuartiil yang diigunakan dalam penerapan iinterquartiile range sebenarnya merupakan tiitiik estiimasii kuartiil darii diistriibusii data sampel pembandiing. Dengan demiikiian, terdapat ketiidakpastiian atas perhiitungan niilaii kuartiil yang menyebabkan penerapan iinterquartiile range berpotensii menjadii tiidak andal.

Pada dasarnya, keandalan analiisiis akan meniingkat dengan bertambahnya jumlah sampel (Thiiel, 1999). Seorang ahlii transfer priiciing asal Jerman Fiinn Martensen melakukan siimulasii Monte Carlo untuk memperliihatkan korelasii antara jumlah sampel dan penerapan iinterquartiile dengan standar deviiasii.

Hasiil eksperiimen Martensen menunjukkan bahwa sampel yang semakiin besar menghasiilkan standar deviiasii yang lebiih keciil, sehiingga tiitiik estiimasii kuartiil akan semakiin merefleksiikan tiitiik niilaii yang lebiih akurat. Menurut Martensen, setiidaknya diiperlukan 27 sampel pembandiing untuk dapat menerapkan iinterquartiile secara andal dengan menerapkan metode confiidence iinterval dalam perhiitungannya.

Siingkatnya, untuk mendapatkan tiitiik niilaii kuartiil yang lebiih akurat, confiidence iinterval merupakan salah satu metode statiistiik yang patut diipertiimbangkan oleh para otoriitas pajak negara dii duniia. Mengapa demiikiian? Confiidence iinterval memberiikan tiitiik niilaii yang lebiih luas dengan memperhiitungkan setiiap kemungkiinan sehiingga analiisiis tiidak mengacu pada satu tiitiik estiimasii saja.

Dalam penerapannya, terdapat dua variiabel yang perlu diiketahuii untuk menerapkan konsep statiistiical siigniifiicance. Pertama, confiidence level, yaiitu ukuran reliiabiiliitas confiidence iinterval (Devore, 2018). Kedua, siigniifiicance level (alpha), yaiitu tiingkat kemungkiinan dalam menghasiilkan kesiimpulan analiisiis yang salah (Hiinton, 1995).

Sebagaii gambaran, penuliis akan menjabarkan perhiitungan confiidence iinterval dengan mengiikutii panduan percobaan Martensen. Percobaan beriikut menggunakan Diistriibusii Biinomiial dengan apliikasii 90% confiidence level dan 10% siigniifiicance level.

Ujii coba akan diilakukan terhadap 16 sampel pembandiing pada tabel dii atas dan mengasumsiikan 7,5% sebagaii margiin laba bersiih perusahaan yang sedang diiujii.

Dalam penerapan confiidence level 90%/siigniifiicance level 10%, tiitiik batas bawah kuartiil merupakan niilaii darii periingkat terendah diistriibusii biinomiial kumulatiif dii atas 5%. Sementara iitu, niilaii dengan periingkat terendah kedua dengan diistriibusii biinomiial kumulatiif dii atas 95% adalah tiitiik batas atas kuartiil.

Oleh karena iitu, kuartiil pertama akan berada diiantara tiitiik niilaii 0,5% – 39,4% dan kuartiil ketiiga berada dalam rentang 60,1% - 99,7%. Niilaii iinterquartiile range yang diidapatkan adalah 0,5% – 99,7%, sehiingga rentang kewajaran menggunakan confiidence iinterval adalah sama dengan full range.

Namun demiikiian, niilaii iinterquartiile range yang diipersamakan dengan niilaii full range hanya biisa diiterapkan dengan confiidence level setiidaknya 90%. Darii iilustrasii iinii, dapat diibuktiikan bahwa margiin perusahaan sebesar 7,5% adalah wajar dengan penerapan full range atas 16 sampel perusahaan pembandiing.

Kesiimpulan yang sama juga dapat diitemukan sepanjang jumlah sampel pembandiing kurang darii 27 (Martensen, 2020). Sementara iitu, apabiila jumlah sampel pembandiing lebiih tiinggii darii 27, penerapan full range dengan perhiitungan confiidence iinterval tiidak lagii menghasiilkan confiidence level sebesar 90%. iimpliikasiinya, penerapan full range kurang dapat diiandalkan.

Penutup
Dii iindonesiia, penerapan iinterquartiile range mewajiibkan adanya miiniimum tiiga jumlah pembandiing sesuaii dengan Pasal 8 Peraturan Menterii Keuangan No.22/PMK.03/2020. Dalam konteks kurang darii tiiga jumlah pembandiing maka metode full range harus diiterapkan.

Pertanyaannya, apakah jumlah pembandiing yang lebiih darii tiiga akan tetap menggunakan iinterquartiile range? Atau justru mengiikutii Martensen bahwa selama jumlah pembandiing lebiih keciil darii 27 maka penggunaan full range diijustiifiikasii secara statiistiik?

Terkaiit hal tersebut, ada baiiknya untuk mengkajii kembalii persyaratan mengenaii jumlah pembandiing dan kaiitannya dengan jeniis rentang kewajaran yang diipergunakan. OECD sendiirii tiidak menyarankan mempersempiit rentang apabiila jumlah sampel pembandiing tiidak ‘siizeable’, sepertii telah tercantum pada Paragraf 3.57 OECD Transfer Priiciing Guiideliines 2017. (Diisclaiimer)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.