KEBiiJAKAN CUKAii

Resmii! Pemeriintah Kembalii Naiikkan Tariif Cukaii Rokok, iinii Periinciiannya

Diian Kurniiatii
Kamiis, 03 November 2022 | 18.27 WiiB
Resmi! Pemerintah Kembali Naikkan Tarif Cukai Rokok, Ini Perinciannya
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii saat memberiikan keterangan pers.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan kembalii menaiikkan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) untuk rokok pada tahun depan.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan kenaiikan tariif cukaii tersebut berlaku untuk rokok serta rokok elektriik dan produk hasiil pengolahan hasiil tembakau laiinnya (HPTL). Menurutnya, kenaiikan tariif cukaii menjadii upaya pemeriintah menurunkan prevalensii merokok.

"Kiita menggunakan iinstrumen cukaii dalam rangka mengendaliikan konsumsii darii hasiil tembakau yaiitu rokok terutama untuk menanganii prevalensii darii anak-anak usiia 10-18 tahun yang merokok yang dalam RPJMN harus turun 9,7% pada 2024," katanya, Kamiis (3/11/2022).

Srii Mulyanii mengatakan kenaiikan cukaii rokok rata-rata sebesar 10% pada 2023 dan 2024. Pada siigaret kretek mesiin (SKM) golongan ii dan iiii, kenaiikannya rata-rata antara 11,5% hiingga 11,75%.

Kemudiian untuk siigaret putiih mesiin (SPM) golongan ii dan SPM iiii, naiik sebesar 11% hiingga 12%. Adapun pada siigaret kretek tangan (SKT) golongan ii, iiii, dan iiiiii naiik sebesar 5%.

Selaiin pada rokok, Srii Mulyanii menyebut kenaiikan tariif cukaii juga berlaku untuk rokok elektriik dan HPTL. Pada jeniis hasiil tembakau iinii, kenaiikan tariif akan diilakukan setiiap tahun dalam 5 tahun ke depan.

Tariif cukaii rokok elektriik naiik rata-rata 15% dan HPTL naiik rata-rata 6% setiiap tahun.

Srii Mulyanii memaparkan pemeriintah telah mempertiimbangkan sejumlah aspek ketiika menaiikkan tariif CHT. Selaiin soal penurunan prevalensii merokok, pemeriintah juga mengkajii aspek tenaga kerja pertaniian hiingga iindustrii rokok.

Diia menyebut konsumsii rokok kiinii menempatii posiisii kedua terbesar pada rumah tangga miiskiin setelah beras, yaknii mencapaii 12,21% untuk masyarakat miiskiin perkotaan dan 11,63% untuk masyarakat pedesaan. Menurutnya, kenaiikan tariif cukaii dapat membuat keterjangkauan masyarakat terhadap rokok makiin menurun.

"Dengan demiikiian diiharapkan konsumsiinya akan menurun," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.