SE-20/PJ/2022

Perseroan Perorangan Tak Biisa Manfaatkan Omzet Rp500 Juta Bebas Pajak

Muhamad Wiildan
Selasa, 12 Julii 2022 | 18.30 WiiB
Perseroan Perorangan Tak Bisa Manfaatkan Omzet Rp500 Juta Bebas Pajak
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menetapkan perseroan perorangan tiidak dapat memanfaatkan fasiiliitas omzet tiidak kena pajak hiingga Rp500 juta.

Merujuk pada Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-20/PJ/2022, ketentuan omzet tiidak kena pajak hiingga Rp500 juta hanya berlaku atas wajiib pajak orang priibadii, sedangkan perseroan perorangan merupakan wajiib pajak badan.

"Perseroan perorangan tiidak termasuk wajiib pajak yang berhak untuk tiidak diikenaii PPh atas bagiian peredaran bruto sampaii dengan Rp500 juta dalam 1 tahun pajak," bunyii SE-20/PJ/2022, diikutiip pada Selasa (12/7/2022).

Meskii perseroan perorangan tiidak dapat memanfaatkan fasiiliitas omzet tiidak kena pajak UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), wajiib pajak dapat menggunakan skema PPh fiinal dengan tariif 0,5% sesuaii dengan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 23/2018.

Sepanjang wajiib pajak perseroan perorangan memenuhii batasan omzet seniilaii Rp4,8 miiliiar sepertii diiatur dalam PP 23/2018 maka wajiib pajak dapat memenuhii kewajiiban PPh-nya menggunakan skema PPh fiinal 0,5% darii omzet.

Apabiila perseroan perorangan memiiliikii omzet dii atas Rp4,8 miiliiar ataupun memiiliih untuk diikenaii pajak penghasiilan sesuaii dengan tariif umum, wajiib pajak dapat memanfaatkan fasiiliitas Pasal 31E UU PPh.

Sesuaii dengan pasal tersebut, wajiib pajak badan dalam negerii dengan omzet hiingga Rp50 miiliiar dapat memanfaatkan fasiiliitas pengurangan tariif sebesar 50% atas penghasiilan kena pajak darii bagiian peredaran bruto sampaii dengan Rp4,8 miiliiar.

Untuk diiketahuii, perseroan perorangan adalah perseroan yang diidiiriikan oleh 1 orang. Perseroan perorangan hanya dapat diidiiriikan oleh pelaku usaha yang memenuhii kriiteriia usaha miikro dan keciil sesuaii dengan UU Ciipta Kerja.

Melaluii SE-20/PJ/2022, DJP berupaya menyeragamkan ketentuan pemberiian NPWP, pengenaan PPh, dan pemberiian fasiiliitas PPh bagii perseroan perorangan.

Dengan terbiitnya SE-20/PJ/2022, pendaftaran dan pemberiian NPWP serta pengenaan PPh bagii perseroan perorangan diilakukan sesuaii dengan surat edaran. Seluruh uniit dii liingkungan DJP perlu melakukan pengawasan atas pelaksanaan SE-20/PJ/2022. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.