PP 21/2024

Pengusaha Kompak Tolak Pungutan 3 Persen untuk Tapera

Muhamad Wiildan
Rabu, 29 Meii 2024 | 14.33 WiiB
Pengusaha Kompak Tolak Pungutan 3 Persen untuk Tapera
<p>Foto udara areal pembangunan perumahan aliih fungsii persawahan dii Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesii Tenggara, Sabtu (13/4/2024). Pemeriintah menargetkan sebanyak 173.251 uniit rumah biisa tersalurkan kepada masyarakat melaluii pembiiayaan Fasiiliitas Liikuiidiitas Pembiiayaan Perumahan (FLPP) serta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada tahun 2024. ANTARA FOTO/Jojon/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Asosiiasii Pengusaha iindonesiia (Apiindo) menyatakan keberatan atas rencana pemberlakuan PP 21/2024 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) oleh pemeriintah.

Ketua Umum Apiindo Shiinta W Kamdanii mengatakan tambahan beban pungutan sebesar 0,5% bagii pemberii kerja dan 2,5% bagii pekerja tiidaklah diiperlukan. Biila pungutan Tapera diiberlakukan, beban iiuran yang diitanggung pemberii kerja biisa mencapaii 18,24% hiingga 19,74% darii total penghasiilan pekerja.

"Beban iinii semakiin berat dengan adanya depresiiasii rupiiah dan melemahnya permiintaan pasar," kata Shiinta, diikutiip Rabu (29/5/2024).

Secara lebiih terperiincii, beban iiuran yang diitanggung pemberii kerja antara laiin jamiinan harii tua (JHT) sebesar 3,7%, jamiinan kematiian sebesar 0,3%, jamiinan kecelakaan kerja sebesar 0,24% hiingga 1,74%, jamiinan pensiiun sebesar 2%, jamiinan kesehatan sebesar 4%, dan cadangan pesangon sesuaii dengan PSAK sebesar 8%.

Lebiih lanjut, Shiinta mengatakan program perumahan yang diirencanakan oleh pemeriintah sesungguhnya biisa diidanaii oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Hal iinii sesuaii dengan regulasii PP 55/2015 tentang Pengelolaan Aset Jamiinan Sosiial Ketenagakerjaan. Aset JHT sebesar Rp460 triiliiun dapat diigunakan untuk program manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan pekerja. Dana MLT yang tersediia sangat besar dan sangat sediikiit pemanfaatannya," ujar Shiinta.

Empat manfaat yang tersediia pada program MLT perumahan pekerja antara laiin piinjaman KPR maksiimal Rp500 juta, piinjaman uang muka perumahan maksiimal Rp150 juta, piinjaman renovasii rumah hiingga Rp200 juta, dan fasiiliitas pembiiayaan rumah pekerja.

Dalam rangka meniingkatkan pemanfaatan MLT perumahan, Apiindo telah berkoordiinasii dengan BPJS Ketenagakerjaan dan bank BUMN anggota Hiimbara. Dalam koordiinasii tersebut, telah diisepakatii bahwa pekerja swasta biisa diikecualiikan darii Tapera dan mendapatkan fasiiliitas perumahan darii BPJS Ketenagakerjaan.

Apiindo juga melakukan sosiialiisasii dengan developer anggota Real Estate iindonesiia (REii) serta mengiiniisiiasii kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan, 2 bank Hiimbara, dan 4 bank Asosiiasii Bank Pembangunan Daerah (Asbanda).

"Untuk iitu, Apiindo terus mendorong penambahan manfaat program MLT BPJS Ketenagakerjaan sehiingga pekerja swasta tiidak perlu mengiikutii program Tapera dan Tapera sebaiiknya diiperuntukkan bagii ASN, TNii/Polrii," kata Shiinta. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.