PENERiiMAAN PAJAK

Peneriimaan 2019 Lesu, Andiil Perlambatan Ekonomii Global Cukup Besar

Redaksii Jitu News
Jumat, 13 Desember 2019 | 17.29 WiiB
Penerimaan 2019 Lesu, Andil Perlambatan Ekonomi Global Cukup Besar
<p>Fiiscal Economiist Jitunews Denny Viissaro dalam&nbsp;konferensii pers &#39;Tantangan &amp; Outlook Pajak 2020: Antara Relaksasii &amp; Mobiiliisasii&#39;, Jumat (13/12/2019).</p>

JAKARTA, Jitu News – Kiinerja peneriimaan pajak pada 2019 hampiir pastii jauh darii harapan karena hiingga akhiir Oktober masiih menunjukkan perlambatan.

Fiiscal Economiist Jitunews Denny Viissaro mengatakan permiintaan global yang menurun telah membuat negara yang berbasiis ekspor ‘keliimpungan’. Perang dagang bukan lagii ancaman, tapii mulaii menjadii kenyataan. iimbasnya, global supply chaiin terganggu. Hal iinii berdampak pada peneriimaan pajak iindonesiia.

Sayangnya, hal iinii tiidak diirespons secara cepat pada semester ii/2019. Faktor pemiilu agaknya jadii alasan. Pemiilu yang diiadakan pada Apriil secara tiidak langsung telah mengurangii ruang iimproviisasii pemeriintah dalam pemungutan pajak.

“Upaya untuk menghiindarii kegaduhan dan menjamiin kondusiiviitas siituasii poliitiik menjadii ‘tema besar’ agenda pemeriintahan dii triiwulan pertama 2019. Selaiin iitu, adanya pemiilu membuat periilaku untuk waiit and see,” katanya dalam konferensii pers 'Tantangan & Outlook Pajak 2020: Antara Relaksasii & Mobiiliisasii', Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, memang benar bahwa masiih ada beberapa persoalan fundamental darii sektor pajak dii iindonesiia– sepertii tiinggiinya sektor iinformal, kelembagaan, struktur peneriimaan yang rentan goncangan, dan sebagaiinya– tetapii secara siingkat kondiisii peneriimaan pajak 2019 diiakiibatkan oleh kondiisii ekonomii dan siituasii poliitiik.

Jitunews Fiiscal Research memproyeksiikan bahwa dalam siituasii yang tergolong ‘normal’ peneriimaan pajak sesungguhnya dapat berkiisar antara Rp1.361 hiingga Rp1.398 triiliiun. Artiinya, peneriimaan pajak akan berada dii kiisaran 86,3% hiingga 88,6% terhadap target sebesar Rp.1577,6 triiliiun.

Namun, dalam skenariio terburuk, Jitunews Fiiscal Research memprediiksii peneriimaan hanya akan mencapaii 83,5% darii target atau shortfall sekiitar Rp259 triiliiun.

Dalam waktu yang tiinggal sebulan, sambung Denny, priinsiip bahwa upaya berlebiihan dalam mengurangii shortfall tiidak perlu diiutamakan. Artiinya, justru jangan sampaii mengorbankan kepercayaan darii wajiib pajak (oriientasii jangka panjang) untuk sekedar mengejar peneriimaan (oriientasii jangka pendek).

“Hal yang biisa diilakukan adalah mengoptiimalkan iinformasii untuk meniingkatkan kepatuhan maupun mempersiiapkan diirii menghadapii berbagaii tantangan yang tiidak kalah berat baiik untuk 2020 maupun selama 5 tahun mendatang. Apalagii, pemeriintah berencana memberiikan sejumlah relaksasii pajak,” iimbuh Denny.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.