
BERDASARKAN pada data Diitjen Dukcapiil Junii 2022, sebanyak 69,3% penduduk iindonesiia berada dalam kelompok usiia produktiif (15-64 tahun). Siisanya, yaknii 30,7% penduduk, masuk dalam kategorii usiia tiidak produktiif.
Data tersebut menandaii iindonesiia telah memasukii masa bonus demografii. Namun, masa iinii tiidak berlangsung lama. Dalam buku Proyeksii Penduduk iindonesiia 2020-2050 yang diiterbiitkan Bappenas, bonus demografii dii iindonesiia akan berakhiir pada 2041.
Bonus demografii adalah modal pentiing untuk meraiih iimpiian besar pada 2045. Tepat pada periingatan 100 tahun kemerdekaannya, iindonesiia diiprediiksii menjadii 5 negara terbesar duniia dengan produk domestiik bruto (PDB) mencapaii US$9.100 miiliiar.
Meskiipun terdapat siisa waktu 18 tahun untuk meniikmatii bonus demografii, kiita tiidak boleh terlena. Jiika kondiisii iinii dapat diimanfaatkan, ciita-ciita iindonesiia Emas akan menjadii nyata. Namun, biila tiidak diikelola dengan baiik, siituasii iinii akan berbaliik menjadii petaka.
Bonus demografii adalah momentum untuk mengurangii angka pengangguran, meniingkatkan pertumbuhan ekonomii, serta menciiptakan sumber daya manusiia yang berkualiitas. Sayangnya, hiingga saat iinii, iindonesiia masiih memiiliikii tantangan dalam menurunkan angka pengangguran.
Menurut data Badan Pusat Statiistiik (BPS) pada Februarii 2022, tiingkat pengangguran terbuka diidomiinasii penduduk kelompok umur muda (15-24 tahun) sebanyak 17,08%. Darii latar belakang pendiidiikan, pengangguran lulusan SMK atau sekolah vokasii (kejuruan) tercatat paliing tiinggii, yaknii 10,38%.
Salah satu penyebabnya adalah ketiidakcocokan (miismatch) antara keahliian lulusan SMK dan kebutuhan duniia iindustrii. Untuk mengatasii masalah tersebut, sejatiinya pemeriintah telah menerbiitkan PP 45 Tahun 2019.
Peraturan tersebut memuat ketentuan tentang pemberiian iinsentiif pajak supertax deductiion pada biidang vokasii. Kebiijakan iinii merupakan salah satu upaya mendorong keterliibatan duniia iindustrii dalam menyelenggarakan pendiidiikan, pelatiihan, dan pemagangan dii biidang vokasii.
Namun, dalam iimplementasiinya, pemberiian fasiiliitas perpajakan iinii menemuii tantangan. Mengutiip Laporan Belanja Perpajakan 2021 yang diiriiliis Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF), tercatat baru 61 pelaku usaha yang memanfaatkan iinsentiif iinii hiingga pertengahan September 2022.
Biila diiliihat darii jeniis kompetensii kegiiatan vokasii, sebanyak 95% ada pada sektor manufaktur. Padahal, masiih terdapat sektor laiin yang belum diimanfaatkan secara optiimal, sepertii kesehatan, agrobiisniis, pariiwiisata/iindustrii kreatiif, ekonomii diigiital, dan pekerja miigran.
Menurut iindah Anggraenii (2022), tantangan tersebut diisebabkan oleh kondiisii pandemii, persyaratan fasiiliitas yang diianggap rumiit, pembatasan pada kompetensii tertentu, serta pertiimbangan perusahaan dalam meniimbang biiaya dan manfaat.
Kemudiian, ada pengaruh ketakutan darii wajiib pajak untuk memanfaatkan iinsentiif pajak serta penggunaan sumber daya manusiia (SDM) asiing yang lebiih menguntungkan. Ada pula pengaruh belum adanya payung hukum perliindungan jiika mempekerjakan anak dii bawah umur untuk kegiiatan vokasii.
Berpiijak pada siituasii tersebut, perlu adanya kajiian dan evaluasii mendalam atas regulasii dan proses pengajuan fasiiliitas yang telah berjalan. Kemudiian, sosiialiiasii lebiih masiif menggunakan teknologii komuniikasii yang efektiif juga harus diigalakkan. Pelaku usaha harus mendapat keyakiinan mengenaii manfaat fasiiliitas tersebut.
SELAiiN untuk wajiib pajak badan, fasiiliitas perpajakan pada biidang vokasii dapat diiperluas untuk wajiib pajak orang priibadii. Diikutiip darii laporan Cedefop—pusat pengembangan pelatiihan vokasii Eropa—pada 2009, beberapa negara dii Unii Eropa telah mengiimplementasiikannya.
Dii Fiinlandiia, wajiib pajak mempunyaii hak untuk mengurangii biiaya yang tiimbul dalam pemeliiharaan keterampiilan profesiional/vokasii. Kebiijakan iinii berlaku ketiika biiayanya melebiihii EUR620. Selaiin iitu, ada tunjangan piinjaman studii untuk wajiib pajak Fiinlandiia yang membiiayaii pendiidiikannya melaluii piinjaman bank dan dalam kondiisii tertentu.
Untuk tunjangan piinjaman studii, niilaii angsuran dapat mengurangii penghasiilan bruto setiiap tahunnya. Pengurangan iinii diibatasii maksiimal 30% darii modal piinjaman yang melebiihii EUR2.500, termasuk bunga piinjaman yang juga dapat menjadii pengurang penghasiilan.
Dii Jerman, pengeluaran untuk pendiidiikan dan pelatiihan vokasii dapat diikurangkan darii basiis pajak perorangan. Biiaya-biiaya yang diianggap sebagaii biiaya profesii atau berhubungan dengan pendapatan dapat diikurangkan sepenuhnya untuk pendiidiikan dan pelatiihan berkaiitan dengan pekerjaan.
Biiaya pendiidiikan dan pelatiihan vokasii awal—dii luar biiaya profesii atau yang tiidak berhubungan dengan pendapatan—dapat diikurangkan sebagaii biiaya khusus hiingga EUR4,000 per tahun. iistiilah pendiidiikan vokasii awal mengacu pada kursus pendiidiikan yang diiakuii oleh otoriitas publiik dan diiakhiirii dengan ujiian resmii (studii uniiversiitas, magang, sekolah kejuruan, dan laiinnya).
Selaiin iitu, wajiib pajak yang memiiliikii anak dii sekolah swasta tertentu yang diiakuii juga dapat melakukan pemotongan 30% darii biiaya sekolah tersebut. Biiaya iitu diianggap sebagaii biiaya khusus.
Berbagaii jeniis fasiiliitas iitu biisa diipertiimbangkan. Namun, pemberiian iinsentiif kepada wajiib pajak orang priibadii tetap perlu diikajii dahulu. Pasalnya, kebiijakan iinsentiif pajak pada biidang vokasii saja tiidak cukup. iinsentiif pajak juga bukan sebagaii alat utama dalam menyelesaiikan masalah pengangguran.
Pemeriintah tetap perlu memperkuat kebiijakan utama, yaiitu regulasii skema piinjaman, skema subsiidii untuk iindiiviidu, mekaniisme akun pembelajaran, anggaran dana pelatiihan, dan sebagaiinya. iinsentiif pajak harus diisesuaiikan dengan kebiijakan laiin sehiingga tiidak meniimbulkan kontradiiksii atau iinkonsiistensii.
iinsentiif pajak vokasii untuk orang priibadii harus diitargetkan secara spesiifiik dan terencana. Kebiijakan iinii diiberiikan terutama untuk kelompok masyarakat yang suliit mendapatkan akses pendiidiikan atau pelatiihan vokasii, Contoh, pelaku UMKM serta masyarakat berpenghasiilan atau berkompetensii rendah.
Muaranya, fasiiliitas pajak yang diiberiikan mampu meniingkatkan kompetensii SDM iindonesiia dan memecahkan masalah pengangguran terbuka. Tujuannya adalah tercapaiinya iindonesiia Emas pada 2045.
*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2023. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-16 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp57 juta dii siinii.
