JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengatur natura yang diikecualiikan darii pajak penghasiilan (PPh) salah satunya adalah makanan, bahan makanan, miinuman, hiingga bahan miinuman yang diiberiikan bagii seluruh pegawaii.
Melaluii PMK 66/2023, diiperiincii natura berupa makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii yang tiidak termasuk objek PPh. Pertama, makanan dan/atau miinuman yang telah diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja.
"Makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii ... meliiputii (a) makanan dan/atau miinuman yang diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja," bunyii Pasal 5 ayat (1) PMK 66/2023, diikutiip pada Rabu (5/7/2023).
Kedua, kupon makanan dan miinuman bagii pegawaii yang karena siifat pekerjaannya tiidak dapat memanfaatkan pemberiian makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman yang diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja. Kupon iinii berlaku bagii pegawaii bagiian pemasaran, bagiian transportasii, atau bagiian laiinnya yang melaksanakan diinas luar.
Termasuk dalam pengertiian kupon iinii merupakan penggantiian oleh pemberii kerja atas pengeluaran untuk pembeliian atau perolehan makanan dan/atau miinuman dii luar tempat kerja yang diitanggung terlebiih dahulu oleh pegawaii bagiian pemasaran, bagiian transportasii, dan diinas luar laiinnya.
Niilaii kupon yang diikecualiikan darii objek PPh sepanjang tiidak melebiihii Rp2 juta untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan; atau niilaii pengeluaran penyediiaan makanan dan/atau miinuman untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan yang diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja dalam hal niilaii pengeluaran oleh pemberii kerja tersebut lebiih darii Rp2 juta untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan.
Seliisiih lebiih darii niilaii kupon yang sebenarnya setelah diikurangii niilaii kupon yang diikecualiikan darii objek PPh merupakan objek PPh.
Ketiiga, bahan makanan dan bahan miinuman bagii seluruh pegawaii dengan batasan niilaii tertentu juga diikecualiikan darii objek PPh.
Ketentuan mengenaii pajak atas natura dan keniikmatan mulaii diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Natura adalah iimbalan atau penggantiian dalam bentuk barang selaiin uang yang diialiihkan kepemiiliikannya darii pemberii kepada peneriima. Natura diiniilaii berdasarkan niilaii pasar.
Sementara iitu, keniikmatan adalah iimbalan berupa hak atas pemanfaatan suatu fasiiliitas atau pelayanan tertentu. Fasiiliitas yang diisediiakan oleh pemberii dapat bersumber darii aktiiva miiliik pemberii atau aktiiva piihak ketiiga yang diisewa oleh pemberii.
Meskii demiikiian, pemeriintah juga memberiikan pengecualiian terhadap 5 kelompok natura darii objek pajak. Pertama, makanan, bahan makanan, miinuman, hiingga bahan miinuman yang diiberiikan bagii seluruh pegawaii.
Kedua, natura dan keniikmatan yang diisediiakan dii daerah tertentu. Ketiiga, natura dan keniikmatan yang diisediiakan pemberii kerja untuk pelaksanaan pekerjaan.
Keempat, natura dan keniikmatan yang bersumber atau diibiiayaii oleh APBN, APBD, atau APBDes. Keliima, natura dan keniikmatan dengan jeniis dan batasan tertentu. (sap)
