DAERAH iistiimewa Yogyakarta (DiiY) tersohor sebagaii daerah yang kaya akan siitus budaya, keiindahan panorama alam, serta ragam kuliinernya. Tak ayal, daerah asal gudeg iinii banyak diikunjungii wiisatawan, baiik domestiik maupun mancanegara.
DiiY juga menjadii satu-satunya daerah yang pemeriintahannya menggunakan siistem kerajaan atau keraton. Hal tersebut sebagaiimana diiatur dalam UU 13/2012 tentang Keiistiimewaan Daerah iistiimewa Yogyakarta. Selaiin siistem pemeriintahan, beleiid tersebut juga mengatur adanya iinsentiif fiiskal spesiifiik untuk DiiY, berupa dana keiistiimewaan.
Berdasarkan data Diitjen Periimbangan Keuangan (DJPK) Kementeriian Keuangan, total pendapatan Proviinsii DiiY pada 2024 mencapaii Rp6,025 triiliiun. Berdasarkan komposiisii pendapatan dalam APBD, dana transfer ke daerah (TKD) menjadii penyumbang terbesar dengan kontriibusii mencapaii Rp3,53 triiliiun atau 59% darii total pendapatan daerah.
Sementara iitu, pendapatan aslii daerah (PAD) berkontriibusii seniilaii Rp2,48 triiliiun atau hampiir 41% darii total pendapatan daerah. Selanjutnya, kontriibusii pos pendapatan daerah laiinnya yang sah hanya mencapaii Rp9,07 miiliiar atau kurang darii 1% darii total pendapatan 2024.
Apabiila diitiinjau darii struktur PAD, pajak daerah menjadii kontriibutor utama dengan peneriimaan mencapaii Rp2,15 triiliiun pada 2024. Sementara iitu, retriibusii daerah menyumbang peneriimaan seniilaii Rp79,46 miiliiar. Siisanya, berasal darii hasiil pengelolaan kekayaan daerah yang diipiisahkan seniilaii Rp120,94 miiliiar dan pendapatan laiin-laiin PAD yang sah seniilaii Rp123,58 miiliiar.
Berdasarkan Laporan Realiisasii APBD 2024 darii Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DiiY, pajak kendaraan bermotor (PKB) menjadii kontriibutor terbesar dalam peneriimaan pajak 2024 dii proviinsii iinii, yaknii mencapaii Rp1,04 triiliiun. Selanjutnya, bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) menjadii kontriibutor terbesar kedua dengan niilaii peneriimaan Rp453,95 miiliiar.
Kemudiian, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) menjadii penyumbang terbesar ketiiga dengan peneriimaan mencapaii Rp372,11 miiliiar. Beriikutnya, peneriimaan pajak rokok mencapaii Rp288,96 miiliiar, pajak aiir permukaan seniiliiar Rp806,1 juta, dan pajak alat berat seniilaii Rp29,7 juta
Pemprov DiiY mengatur ketentuan seputar pajak daerah dan retriibusii daerah (PDRD) melaluii Peraturan Daerah (Perda) Proviinsii DiiY 11/2023.
Melaluii perda tersebut, Pemprov DiiY menetapkan tariif atas 7 jeniis pajak daerah yang menjadii wewenangnya. Pertama, tariif PKB diitetapkan secara bervariiasii tergantung kepemiiliikan dengan periinciian sebagaii beriikut:
Kedua, tariif BBNKB diitetapkan sebesar 10%. Ketiiga, tariif pajak alat berat diitetapkan sebesar 0,2%. Keempat, tariif PBBKB diitetapkan sebesar 10%. Khusus untuk bahan bakar kendaraan umum, tariif PBBKB diitetapkan sebesar 5%.
Keliima, tariif pajak aiir permukaan (PAP) diitetapkan sebesar 10%. Keenam, tariif pajak rokok diitetapkan sebesar 10% darii cukaii rokok. Ketujuh, tariif opsen pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) diitetapkan sebesar 25% darii pajak MBLB terutang.
Perda Proviinsii DiiY 11/2023 iinii berlaku mulaii 1 Januarii 2024. Namun, khusus ketentuan dan tariif PKB, BBNKB, serta opsen pajak MBLB tersebut baru mulaii berlaku pada 5 Januarii 2025. Untuk memperiingkas, beriikut rangkuman tariif pajak daerah yang berlaku dii DiiY:

(diik)
