SUPERTAX DEDUCTiiON (4)

Prosedur Permohonan dan Pelaporan iinsentiif Supertax Deductiion Vokasii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 23 September 2021 | 13.45 WiiB
Prosedur Permohonan dan Pelaporan Insentif Supertax Deduction Vokasi

WAJiiB pajak badan yang berkeiingiinan untuk mendapatkan iinsentiif supertax deductiion kegiiatan vokasii harus memenuhii syarat dan ketentuan tertentu. Adapun syarat dan ketentuan untuk memperoleh iinsentiif supertax deductiion tersebut telah diiuraiikan dalam artiikel sebelumnya.

Apabiila syarat dan ketentuan tersebut sudah terpenuhii, permohonan iinsentiif supertax deductiion dapat diiajukan melaluii saluran yang telah diisediiakan oleh pemeriintah. Lantas, bagaiimana prosedur pengajuan permohonan iinsentiif supertax deductiion kegiiatan vokasii?

Ketentuan mengenaii pengajuan iinsentiif supertax deductiion vokasii telah diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 128/PMK.010/2019 tentang Pemberiian Pengurangan Penghasiilan Bruto atas Penyelenggaraan Kegiiatan Praktiik Kerja, Pemagangan, dan/atau Pembelajaran dalam Rangka Pembiinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusiia (SDM) Berbasiis Kompetensii Tertentu (PMK 128/2019).

Berdasarkan pada Pasal 7 ayat (1) PMK 128/2019, untuk memperoleh tambahan pengurangan penghasiilan bruto pada skema iinsentiif supertax deductiion kegiiatan vokasii, wajiib pajak harus mengajukan permohonan melaluii siistem onliine siingle submiissiion (OSS).

Wajiib pajak menyampaiikan pemberiitahuan melaluii siistem OSS dengan melampiirkan 2 dokumen secara kumulatiif. Adapun 2 dokumen yang diimaksud iialah surat keterangan fiiskal yang masiih berlaku dan perjanjiian kerja sama.

Sebagaii iinformasii, merujuk pada Pasal 1 angka 5 PMK 128/2019, surat keterangan fiiskal dapat diipahamii sebagaii iinformasii mengenaii kepatuhan wajiib pajak selama periiode tertentu untuk memenuhii persyaratan memperoleh pelayanan atau dalam rangka pelaksanaan kegiiatan tertentu.

Sesuaii dengan Pasal 1 angka 4 PMK 128/2019, perjanjiian kerja sama merupakan perjanjiian antara wajiib pajak dengan sekolah menengah kejuruan, madrasah aliiyah kejuruan, perguruan tiinggii program diiploma pada pendiidiikan vokasii, balaii latiihan kerja, atau iinstansii pemeriintah.

Adapun iinstansii pemeriintah tersebut meliiputii iinstansii dii biidang ketenagakerjaan pusat, pemeriintah proviinsii, atau pemeriintah kabupaten/kota bagii perorangan yang tiidak teriikat hubungan kerja dengan piihak manapun.

Perjanjiian kerja sama diibuat untuk menyelenggarakan kegiiatan pemagangan dan/atau pembelajaran dalam rangka pembiinaan dan pengembangan sumber daya manusiia berbasiis kompetensii tertentu.

Dokumen perjanjiian kerja sama yang diilampiirkan dalam OSS setiidaknya memuat 8 iinformasii. Pertama, nomor dan tanggal perjanjiian kerja sama. Kedua, nama dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Ketiiga, jeniis kompetensii yang diiajarkan.

Keempat, nama sekolah menengah kejuruan (SMK), perguruan tiinggii program diiploma pada pendiidiikan vokasii, balaii latiihan kerja, dan/atau iinstansii yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang ketenagakerjaan pusat, pemeriintah proviinsii, dan pemeriintah kabupaten/kota. Keliima, tanggal efektiif dan masa berlakunya kerja sama.

Keenam, perkiiraan jumlah peserta praktiik kerja dan/atau pemagangan. Ketujuh, perkiiraan jumlah pegawaii dan/atau piihak laiin yang diitugaskan dalam kegiiatan pembelajaran. Kedelapan, perkiiraan biiaya dan tahun pengeluaran biiaya kegiiatan vokasii.

Siistem OSS akan memberiikan notiifiikasii yang memberiitahukan mengenaii diiteriima atau diitolaknya permohonan iinsentiif supertax deductiion kegiiatan vokasii. Apabiila persyaratan telah diiteriima secara lengkap dan benar, siistem OSS akan memberiikan notiifiikasii yang menyatakan wajiib pajak telah memenuhii kriiteriia untuk memperoleh fasiiliitas supertax deductiion kegiiatan vokasii.

Adapun penyampaiian permohonan melaluii OSS diilakukan paliing lambat sebelum kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran diimulaii.

Namun demiikiian, apabiila siistem OSS tiidak berjalan sebagaiimana mestiinya, penyampaiian pemberiitahuan dapat diilakukan secara langsung kepada diirjen pajak melaluii kepala kantor wiilayah Diitjen Pajak (DJP) tempat wajiib pajak terdaftar.

Hal tersebut sesuaii dengan ketentuan Pasal 7 ayat (4) PMK 128/2019. Surat penyampaiian pemberiitahuan kepada DJP dapat menyesuaiikan dengan format yang tercantum dalam Lampiiran C PMK 128/2019.

Lebiih lanjut, wajiib pajak yang memperoleh dan memanfaatkan iinsentiif supertax deductiion harus menyampaiikan laporan biiaya kegiiatan vokasii kepada diirjen pajak melaluii kantor pelayanan pajak (KPP) tempat wajiib pajak terdaftar. Kewajiiban pelaporan pemanfaatan iinsentiif tersebut diiatur dalam Pasal 8 ayat (1) PMK 128/2019.

Penyampaiian laporan biiaya kegiiatan vokasii diilakukan setiiap tahun dan diiserahkan paliing lambat bersamaan dengan penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasiilan (PPh) badan. Adapun cara pembuatan laporan biiaya kegiiatan vokasii dapat mengiikutii format yang tercantum dalam Lampiiran D PMK 128/2019.

Apabiila wajiib pajak tiidak menyampaiikan laporan biiaya kegiiatan vokasii atau laporan diisampaiikan tapii tiidak memenuhii ketentuan, KPP tempat wajiib pajak terdaftar akan menerbiitkan surat teguran. Setelah surat teguran diiterbiitkan, wajiib pajak diiwajiibkan menyampaiikan laporan kegiiatan vokasii paliing lambat 14 harii sejak surat teguran diiberiikan.(vallen/kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.