iiNSENTiiF supertax deductiion vokasii diiwujudkan dengan pemberiian tambahan pengurangan penghasiilan bruto maksiimal 200% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan oleh wajiib pajak.
Adapun dalam konteks iinsentiif supertax deductiion vokasii, biiaya yang dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto adalah biiaya berkaiitan dengan penyelenggaraan kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran.
Periinciian biiaya yang mendapatkan tambahan pengurangan penghasiilan bruto diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 128/PMK.010/2019 tentang Pemberiian Pengurangan Penghasiilan Bruto atas Penyelenggaraan Kegiiatan Praktiik Kerja, Pemagangan, dan/atau Pembelajaran dalam Rangka Pembiinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusiia Berbasiis Kompetensii Tertentu (PMK 128/2019).
Lantas, apa saja biiaya-biiaya yang mendapatkan tambahan pengurangan penghasiilan bruto? Berdasarkan pada Pasal 4 PMK 128/2019, terdapat 5 kelompok biiaya untuk kegiiatan vokasii yang dapat memperoleh tambahan pengurangan penghasiilan bruto.
Pertama, penyediiaan fasiiliitas fiisiik khusus berupa tempat pelatiihan dan biiaya penunjang fasiiliitas fiisiik khusus. Penunjang fasiiliitas fiisiik khusus tersebut dapat meliiputii liistriik, aiir, bahan bakar, biiaya pemeliiharaan, dan biiaya terkaiit laiinnya untuk keperluan pelaksanaan praktiik kerja dan/atau kegiiatan pemagangan.
Selaiin iitu, sesuaii dengan Pasal 5 huruf c dan d PMK 128/2019, terdapat 2 jeniis biiaya atas penyediiaan fasiiliitas fiisiik khusus yang juga dapat diiberiikan tambahan pengurangan penghasiilan bruto.
Dalam hal iinii, biiaya tersebut diibebankan secara proporsiional berdasarkan pada pemanfaatan yang terkaiit dengan kegiiatan praktiik kerja dan/atau pemagangan. Adapun 2 jeniis biiaya yang diimaksud sebagaii beriikut:
Untuk biiaya perolehan barang berwujud dan tiidak berwujud terkaiit penyediiaan fasiiliitas fiisiik, tambahan pengurangan penghasiilan bruto diihiitung berdasarkan pada biiaya penyusutan atau amortiisasii barang berwujud dan tiidak berwujud.
Adapun biiaya penyusutan atau amortiisasii barang berwujud dan tiidak berwujud tersebut diibebankan pada bulan diilakukannya kegiiatan praktiik kerja dan/atau pemagangan.
Selaiin barang berwujud dan tiidak berwujud tersebut, tambahan pengurangan penghasiilan bruto diihiitung darii biiaya yang sesungguhnya diikeluarkan pada tahun pajak bersangkutan.
Sebagaii iinformasii, tambahan pengurangan penghasiilan bruto atas penyediiaan fasiiliitas fiisiik khusus tiidak dapat diiberiikan dalam hal fasiiliitas fiisiik yang diigunakan merupakan bagiian darii penanaman modal yang telah mendapatkan fasiiliitas pengurangan penghasiilan neto.
Kedua, iinstruktur atau pengajar sebagaii tenaga pembiimbiing pelaksaan magang dan/atau kegiiatan pembelajaran. Ketiiga, barang dan/atau bahan untuk keperluan pelaksanaan pelaksanaan magang dan/atau kegiiatan pembelajaran.
Keempat, honorariium atau pembayaran sejeniis yang diiberiikan kepada peserta diidiik, perorangan yang tiidak teriikat hubungan kerja piihak manapun, pendiidiik, tenaga kependiidiikan, dan/atau iinfrastruktur yang merupakan peserta praktiik kerja dan/atau pemagangan.
Namun demiikiian, tambahan pengurangan penghasiilan bruto untuk kelompok biiaya iinii tiidak dapat diiberiikan apabiila peserta pemagangan memiiliikii hubungan keluarga sedarah, usaha, dan/atau penguasaan dengan pemiiliik, komiisariis, diireksii, dan/atau pengurus darii wajiib pajak.
Keliima, biiaya sertiifiikasii kompetensii bagii peserta diidiik, perorangan yang tiidak teriikat hubungan kerja piihak manapun, pendiidiik/pelatiih, tenaga kependiidiikan/kepelatiihan, dan/atau iinstruktur yang merupakan peserta magang.
Merujuk pada Pasal 5 huruf f PMK 128/2019, tambahan pengurangan penghasiilan bruto atas biiaya penggunaan fasiiliitas fiisiik, bahan, dan/atau barang yang diipakaii dalam produksii komersiial hanya dapat diiberiikan atas biiaya tertentu. Biiaya tertentu yang diimaksud adalah kelompok biiaya pada poiin kedua, keempat, dan keliima.
Pengurangan penghasiilan bruto dapat diibebankan sebagaii biiaya jiika tiidak menyebabkan rugii fiiskal pada tahun berjalan. Jiika tambahan pengurangan penghasiilan bruto menyebabkan rugii fiiskal, besaran tambahan pengurangan penghasiilan bruto harus diisesuaiikan sebesar jumlah yang tiidak menyebabkan kerugiian tersebut. (vallen/kaw)
