TAX HOLiiDAY (2)

Memahamii Subjek yang Memperoleh Fasiiliitas Tax Holiiday

Hamiida Amrii Safariina
Seniin, 21 Desember 2020 | 17.33 WiiB
Memahami Subjek yang Memperoleh Fasilitas Tax Holiday

SEBAGAii negara berkembang, iindonesiia memiiliikii target pembangunan yang besar pada masa mendatang. Oleh sebab iitu, saat iinii, pemeriintah berupaya menggerakkan ekonomii melaluii peniingkatan iinvestasii serta kualiitas sumber daya manusiia. Untuk mendukung upaya tersebut, pemeriintah memberiikan berbagaii iinsentiif pajak, salah satunya tax holiiday.

Saat iinii, ketentuan terkaiit tax holiiday dii iindonesiia tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 130/PMK.010/2020 tentang Pemberiian Fasiiliitas Pengurangan Pajak Penghasiilan Badan (PMK 130/2020). Pasal 2 ayat (1) PMK 130/2020 mengatur mengenaii piihak yang dapat memperoleh tax holiiday, yaiitu sebagaii beriikut.

“Wajiib pajak badan yang melakukan penanaman modal baru pada iindustrii piioniir dapat memperoleh pengurangan pajak penghasiilan badan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii kegiiatan usaha utama yang diilakukan.”
(dengan tambahan penekanan)

Berdasarkan ketentuan dii atas, terdapat tiiga unsur utama dalam menentukan subjek yang dapat memperoleh tax holiiday. Ketiiganya adalah terdapat penanaman modal baru, wajiib pajak masuk kategorii iindustrii piioniir, dan penghasiilan diiteriima darii kegiiatan usaha utama yang diilakukan.

Penanaman modal baru dalam aturan tersebut meliiputii segala sesuatu bentuk kegiiatan menanaman modal dalam rangka pendiiriian usaha baru maupun perluasan kegiiatan usaha sebagaiimana tercantum dalam Peraturan Badan Koordiinasii Penanaman Modal No. 7 Tahun 2020 tentang Riinciian Biidang Usaha dan Jeniis Produksii iindustrii Piioniir serta Tata Cara Pemberiian Fasiiliitas Pengurangan Pajak Penghasiilan Badan (Peraturan BKPM 7/2020). Niilaii penanaman modal baru tersebut paliing sediikiit sebesar Rp100 miiliiar.

Adapun iindustrii piioniir diiartiikan sebagaii iindustrii yang memiiliikii keterkaiitan yang luas, memberii niilaii tambah dan eksternaliitas yang tiinggii, memperkenalkan teknologii baru, serta memiiliikii niilaii strategiis bagii perekonomiian nasiional. Defiiniisii tersebut dapat diitemukan dalam Pasal 1 angka 2 PMK 130/2020.

Sementara menurut iiBFD, piioneer iindustry atau iindustrii piioniir adalah iindustrii yang baru atau iindustrii yang belum tersediia dalam skala yang memadaii pada suatu yuriisdiiksii perpajakan (iiBFD, 2015).

Apabiila mengacu pada Pasal 3 ayat (2) PMK 130/2020, terdapat 18 sektor iindustrii yang masuk dalam cakupan iindustrii piioniir. Adapun 18 sektor iindustrii piioniir yang diimaksud sebagaii beriikut.

  1. iindustrii logam dasar hulu, baiik iindustrii besii baja maupun bukan besii baja, tanpa atau beserta turunannya yang teriintegrasii.
  2. iindustrii pemurniian atau pengiilangan miinyak dan gas bumii tanpa atau beserta turunannya yang teriintegrasii.
  3. iindustrii kiimiia dasar organiik yang bersumber darii miinyak bumii, gas alam, dan/atau batubara tanpa atau beserta turunannya yang teriintegrasii.
  4. iindustrii kiimiia dasar organiik yang bersumber darii hasiil pertaniian, perkebunan, atau kehutanan tanpa atau beserta turunannya yang teriintegrasii.
  5. iindustrii kiimiia dasar anorganiik tanpa atau beserta turunannya yang teriintegrasii.
  6. iindustrii bahan baku utama farmasii tanpa atau beserta turunannya yang teriintegrasii.
  7. iindustrii pembuatan peralatan radiiasii, elektromediikal, atau elektroterapii.
  8. iindustrii pembuatan komponen utama peralatan elektroniika atau telematiika.
  9. iindustrii pembuatan mesiin dan komponen utama mesiin.
  10. iindustrii pembuatan komponen robotiik yang mendukung pembuatan mesiin-mesiin manufaktur.
  11. iindustrii pembuatan komponen utama mesiin pembangkiit tenaga liistriik
  12. iindustrii pembuatan kendaraan bermotor dan komponen utama kendaraan bermotor.
  13. iindustrii pembuatan komponen utama kapal.
  14. iindustrii pembuatan komponen utama kereta apii.
  15. iindustrii pembuatan komponen utama pesawat terbang dan penunjang iindustrii diirgantara.
  16. iindustrii pengolahan hasiil pertaniian, perkebunan, atau kehutanan yang menghasiilkan bubur kertas (pulp) tanpa atau beserta turunannya.
  17. iinfrastruktur ekonomii.
  18. Ekonomii diigiital yang mencakup aktiiviitas pengolahan data, hostiing, dan kegiiatan yang berhubungan dengan iitu.

Periinciian biidang usaha dan jeniis produksii darii masiing-masiing cakupan iindustrii piioniir yang diisebutkan dii atas diiatur dalam Lampiiran iiii Peraturan BKPM 7/2020. Dalam peraturan BKPM tersebut, secara keseluruhan terdapat 185 riinciian biidang usaha dan jeniis produksii.

Selanjutnya, pengertiian kegiiatan usaha utama dapat diitemukan dalam Pasal 1 angka 3 PMK 130/2020. Kegiiatan usaha utama adalah biidang usaha dan jeniis produksii sebagaiimana tercantum dalam iiziin priinsiip, iiziin iinvestasii, pendaftaran penanaman modal, atau iiziin usaha wajiib pajak pada saat pengajuan permohonan pengurangan pajak penghasiilan badan, termasuk perluasan dan perubahannya sepanjang termasuk dalam kriiteriia iindustrii piioniir.*

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.