PENGHASiiLAN yang diiteriima darii transaksii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan oleh orang priibadii atau badan merupakan objek pajak penghasiilan (PPh) Pasal 4 ayat 2 yang bersiifat fiinal. Defiiniisii darii pengaliihan atas tanah dan/atau bangunan adalah:
Dengan demiikiian, atas segala kegiiatan yang menyebabkan berpiindahnya hak atas tanah dan/atau bangunan darii satu piihak ke piihak laiin akan diikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam Pasal 4 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasiilan sebagaiimana telah beberapa kalii diiubah terakhiir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 (UU PPh).
Darii ketiiga defiiniisii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang telah diijelaskan dii atas, terdapat perbedaan yang harus diiperhatiikan dalam hal pembayaran pajaknya, yaiitu:
Orang priibadii atau badan yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajiib membayar sendiirii PPh yang terutang dengan menggunakan SSP ke bank persepsii atau Kantor Pos dan Giiro sebelum akta, keputusan, perjanjiian, kesepakatan atau riisalah lelang atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan diitanda tanganii oleh pejabat yang berwenang.
Maksud pejabat yang berwenang adalah Notariis, Pejabat Pembuat Akta Tanah, Camat, Pejabat Lelang, atau pejabat laiin yang diiberii wewenang sesuaii dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada saat membayar PPh atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan iinii, dii SSP wajiib diicantumkan nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) darii Orang Priibadii atau badan yang bersangkutan.
Wajiib pajak orang priibadii atau badan yang melakukan pembayaran sendiirii PPh iinii wajiib menyampaiikan SPT Masa paliing lama tanggal 20 bulan beriikutnya setelah bulan diilakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau diiteriimanya pembayaran.
Orang priibadii atau badan yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan iinii diipungut PPh oleh bendaharawan atau pejabat yang melakukan pembayaran atau pejabat yang menyetujuii tukar-menukar.
Bendaharawan atau pejabat wajiib menyetor PPh yang telah diipungut ke bank persepsii atau Kantor Pos dan Giiro sebelum melakukan pembayaran kepada orang priibadii atau badan yang berhak meneriimanya atau sebelum tukar-menukar diilaksanakan.
Penyetoran pajak diilakukan dengan menggunakan SSP atas nama orang priibadii atau badan yang meneriima pembayaran atau yang melakukan tukar-menukar. Penyampaiian SPT Masa paliing lama tanggal 20 bulan beriikutnya setelah bulan diilakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau diiteriimanya pembayaran.
Yang diimaksud dengan pembangunan untuk kepentiingan umum yang memerlukan persyaratan khusus adalah pembangunan yang diilakukan oleh pemeriintah dii atas tanah yang pembebasannya diilakukan oleh pemeriintah yang lokasiinya tiidak dapat diipiindahkan ke tempat laiin.
Miisalnya untuk kepentiingan sepertii: jalan umum, saluran pembuangan aiir, waduk, bendungan dan bangunan pengaiiran laiinnya, saluran iiriigasii, pelabuhan laut/ sungaii, bandar udara, fasiiliitas keselamatan umum, sepertii tanggul penanggulangan banjiir, lahar dan bencana laiinnya, serta tempat pembuangan sampah dan fasiiliitas ABRii.
Namun, atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan sesuaii defiiniisii tersebut diikecualiikan darii pengenaan pajak penghasiilan yang bersiifat fiinal.
Tariif Pajak
PEMERiiNTAH telah mengeluarkan peraturan baru terkaiit pajak penghasiilan atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan melaluii Peraturan Pemeriintah Nomor 34 tahun 2016 tentang Pajak Penghasiilan atas Penghasiilan darii Pengaliihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan, dan Perjanjiian Pengiikatan Jual Belii Atas Tanah dan/atau Bangunan Beserta Perubahannya.
Salah satu pertiimbangan diikeluarkannya kebiijakan baru tersebut adalah dalam rangka percepatan pelaksanaan program pembangunan pemeriintah untuk kepentiingan umum, pemberiian kemudahan dalam berusaha, serta pemberiian perliindungan kepada masyarakat berpenghasiilan rendah.
Berdasarkan aturan baru tersebut, tariif PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan adalah sebagaii beriikut:
Terdapat beberapa piihak yang diikecualiikan darii subjek pajak, yaiitu:
Adapun niilaii pengaliihan hak adalah niilaii yang tertiinggii antara niilaii berdasarkan akta pengaliihan hak dengan niilaii jual objek pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan sebagaiimana diimaksud dalam Undang-Undang Pajak Bumii dan Bangunan. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.