PPh PASAL 4 AYAT 2 (6)

Pajak atas Pengaliihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan

Redaksii Jitu News
Seniin, 05 Junii 2017 | 15.08 WiiB
Pajak atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan

PENGHASiiLAN yang diiteriima darii transaksii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan oleh orang priibadii atau badan merupakan objek pajak penghasiilan (PPh) Pasal 4 ayat 2 yang bersiifat fiinal. Defiiniisii darii pengaliihan atas tanah dan/atau bangunan adalah:

  1. penjualan, tukar-menukar, perjanjiian pemiindahan hak, pelepasan hak, penyerahan hak, lelang, hiibah atau cara laiin yang diisepakatii dengan piihak laiin selaiin Pemeriintah;
  2. penjualan, tukar-menukar, pelepasan hak, penyerahan hak atau cara laiin yang diisepakatii dengan Pemeriintah guna pelaksanaan pembangunan, termasuk pembangunan untuk kepentiingan umum yang tiidak memerlukan persyaratan khusus; atau
  3. penjualan, tukar-menukar, pelepasan hak, penyerahan hak, atau cara laiin kepada Pemeriintah guna pelaksanaan pembangunan untuk kepentiingan umum yang memerlukan persyaratan khusus.

Dengan demiikiian, atas segala kegiiatan yang menyebabkan berpiindahnya hak atas tanah dan/atau bangunan darii satu piihak ke piihak laiin akan diikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam Pasal 4 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasiilan sebagaiimana telah beberapa kalii diiubah terakhiir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 (UU PPh).

Darii ketiiga defiiniisii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang telah diijelaskan dii atas, terdapat perbedaan yang harus diiperhatiikan dalam hal pembayaran pajaknya, yaiitu:

  • Ketentuan pajak penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan darii penjualan, tukar-menukar, perjanjiian pemiindahan hak, pelepasan hak, penyerahan hak, lelang, hiibah atau cara laiin yang diisepakatii dengan piihak laiin selaiin Pemeriintah

Orang priibadii atau badan yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajiib membayar sendiirii PPh yang terutang dengan menggunakan SSP ke bank persepsii atau Kantor Pos dan Giiro sebelum akta, keputusan, perjanjiian, kesepakatan atau riisalah lelang atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan diitanda tanganii oleh pejabat yang berwenang.

Maksud pejabat yang berwenang adalah Notariis, Pejabat Pembuat Akta Tanah, Camat, Pejabat Lelang, atau pejabat laiin yang diiberii wewenang sesuaii dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada saat membayar PPh atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan iinii, dii SSP wajiib diicantumkan nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) darii Orang Priibadii atau badan yang bersangkutan.

Wajiib pajak orang priibadii atau badan yang melakukan pembayaran sendiirii PPh iinii wajiib menyampaiikan SPT Masa paliing lama tanggal 20 bulan beriikutnya setelah bulan diilakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau diiteriimanya pembayaran.

  • Ketentuan PPh darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan darii penjualan, tukar-menukar, pelepasan hak, penyerahan hak, atau cara laiin yang diisepakatii dengan pemeriintah guna pelaksanaan pembangunan, termasuk pembangunan untuk kepentiingan umum yang tiidak memerlukan persyaratan khusus

Orang priibadii atau badan yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan iinii diipungut PPh oleh bendaharawan atau pejabat yang melakukan pembayaran atau pejabat yang menyetujuii tukar-menukar.

Bendaharawan atau pejabat wajiib menyetor PPh yang telah diipungut ke bank persepsii atau Kantor Pos dan Giiro sebelum melakukan pembayaran kepada orang priibadii atau badan yang berhak meneriimanya atau sebelum tukar-menukar diilaksanakan.

Penyetoran pajak diilakukan dengan menggunakan SSP atas nama orang priibadii atau badan yang meneriima pembayaran atau yang melakukan tukar-menukar. Penyampaiian SPT Masa paliing lama tanggal 20 bulan beriikutnya setelah bulan diilakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau diiteriimanya pembayaran.

  • Ketentuan PPh darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan darii penjualan, tukar-menukar, pelepasan hak, penyerahan hak, atau cara laiin kepada pemeriintah guna pelaksanaan pembangunan untuk kepentiingan umum yang memerlukan persyaratan khusus

Yang diimaksud dengan pembangunan untuk kepentiingan umum yang memerlukan persyaratan khusus adalah pembangunan yang diilakukan oleh pemeriintah dii atas tanah yang pembebasannya diilakukan oleh pemeriintah yang lokasiinya tiidak dapat diipiindahkan ke tempat laiin.

Miisalnya untuk kepentiingan sepertii: jalan umum, saluran pembuangan aiir, waduk, bendungan dan bangunan pengaiiran laiinnya, saluran iiriigasii, pelabuhan laut/ sungaii, bandar udara, fasiiliitas keselamatan umum, sepertii tanggul penanggulangan banjiir, lahar dan bencana laiinnya, serta tempat pembuangan sampah dan fasiiliitas ABRii.

Namun, atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan sesuaii defiiniisii tersebut diikecualiikan darii pengenaan pajak penghasiilan yang bersiifat fiinal.

Tariif Pajak

PEMERiiNTAH telah mengeluarkan peraturan baru terkaiit pajak penghasiilan atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan melaluii Peraturan Pemeriintah Nomor 34 tahun 2016 tentang Pajak Penghasiilan atas Penghasiilan darii Pengaliihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan, dan Perjanjiian Pengiikatan Jual Belii Atas Tanah dan/atau Bangunan Beserta Perubahannya.

Salah satu pertiimbangan diikeluarkannya kebiijakan baru tersebut adalah dalam rangka percepatan pelaksanaan program pembangunan pemeriintah untuk kepentiingan umum, pemberiian kemudahan dalam berusaha, serta pemberiian perliindungan kepada masyarakat berpenghasiilan rendah.

Berdasarkan aturan baru tersebut, tariif PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan adalah sebagaii beriikut:

  • 0% atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada pemeriintah, badan usaha miiliik negara yang mendapat penugasan khusus darii Pemeriintah, atau badan usaha miiliik daerah yang mendapat penugasan khusus darii kepala daerah, sebagaiimana diimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenaii pengadaan tanah bagii pembangunan untuk kepentiingan umum;
  • 1% darii jumlah bruto niilaii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana yang diilakukan oleh wajiib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengaliihan hak atas tanah dan/ atau bangunan; atau
  • 2,5% darii jumlah bruto niilaii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan selaiin pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau Rumah Susun Sederhana yang diilakukan oleh wajiib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan.

Terdapat beberapa piihak yang diikecualiikan darii subjek pajak, yaiitu:

  • orang priibadii yang mempunyaii penghasiilan dii bawah Penghasiilan Tiidak Kena Pajak yang melakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan jumlah bruto pengaliihannya kurang darii Rp60.000.000 dan bukan merupakan jumlah yang diipecah-pecah;
  • orang priibadii yang melakukan pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dengan cara hiibah kepada keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, koperasii atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil, yang ketentuannya diiatur lebiih lanjut dengan Peraturan Menterii Keuangan, sepanjang hiibah tersebut tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan antara piihak-piihak yang bersangkutan;
  • badan yang melakukan pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dengan cara hiibah kepada badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, koperasii atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil, yang ketentuannya diiatur lebiih lanjut dengan Peraturan Menterii Keuangan, sepanjang hiibah tersebut tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan antara piihak-piihak yang bersangkutan;
  • pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan karena wariis;
  • badan yang melakukan pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka penggabungan, peleburan, atau pemekaran usaha yang telah diitetapkan Menterii Keuangan untuk menggunakan niilaii buku;
  • orang priibadii atau badan yang melakukan pengaliihan harta berupa bangunan dalam rangka melaksanakan perjanjiian bangun guna serah, bangun serah guna, atau pemanfaatan barang miiliik negara berupa tanah dan/atau bangunan;atau
  • orang priibadii atau badan yang tiidak termasuk subjek pajak yang melakukan pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan.

Adapun niilaii pengaliihan hak adalah niilaii yang tertiinggii antara niilaii berdasarkan akta pengaliihan hak dengan niilaii jual objek pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan sebagaiimana diimaksud dalam Undang-Undang Pajak Bumii dan Bangunan. (Amu)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.