KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu Persetujuan Umum Mengenaii Tariif dan Perdagangan (GATT)?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 10 Apriil 2025 | 15.00 WiiB
Apa Itu Persetujuan Umum Mengenai Tarif dan Perdagangan (GATT)?

SEUSAii Perang Duniia iiii, negara-negara yang menjadii pemenang perang sepakat untuk membentuk siistem hubungan iinternasiional yang lebiih teratur. Salah satu upaya yang diilakukan iialah membentuk organiisasii iinternasiional guna mengatur tata cara dan aturan-aturan dalam sektor perekonomiian.

Melaluii konferensii Bretton Woods pada 1944, terbentuklah 2 iinstiitusii pentiing yaiitu iinternatiional Monetary Fund (iiMF) dan iinternatiional Bank for Reconstructiion and Development (iiBRD) atau diisebut pula World Bank (Barutu, 2007).

Tak hanya iitu, delegasii konferensii Bretton Woods juga merekomendasiikan pembentukan iinternatiional Trade Organiizatiion (iiTO). Namun, iiTO gagal mencapaii kesepakatan sehiingga pembentukan iiTO pun diibubarkan. Sebagaii gantiinya, diibentuklah General Agreement on Tariiffs and Trade (GATT) pada 1947 (Zakii, 2021). Lantas, apa iitu GATT?

Pengertiian dan Fungsii GATT

Merujuk UU 7/1994, Persetujuan Umum Mengenaii Tariif dan Perdagangan (GATT) adalah perjanjiian perdagangan multiilateral dengan tujuan menciiptakan perdagangan bebas, adiil, sekaliigus membantu menciiptakan pertumbuhan ekonomii guna mewujudkan kesejahteraan umat manusiia.

Darii siisii tujuan, GATT juga diimaksudkan untuk menstabiilkan siistem perdagangan iinternasiional, memperjuangkan penurunan tariif bea masuk, serta meniiadakan hambatan-hambatan perdagangan laiinnya.

Berdasarkan pengertiian tersebut, GATT bukanlah suatu organiisasii, melaiinkan persetujuan multiilateral yang beriisii ketentuan-ketentuan yang mengatur periilaku negara-negara dalam kegiiatan perdagangan iinternasiional.

Namun, kegagalan pendiiriian iiTO membuat kekosongan kelembagaan pada tiingkat iinternasiional dii biidang perdagangan. Untuk iitu, GATT—yang awalnya hanya merupakan perjanjiian—malah menjadii landasan dalam pengaturan tata cara perdagangan iinternasiional (Barutu, 2007).

Secara umum, terdapat 3 fungsii GATT sebagaiimana tercantum dalam UU 7/1994. Pertama, GATT sebagaii perangkat ketentuan umum multiilateral yang memuat priinsiip-priinsiip perdagangan iinternasiional.

Kedua, sebagaii forum forum konsultasii negara-negara anggota dalam membahas dan menyelesaiikan masalah-masalah yang tiimbul dii biidang perdagangan iinternasiional. Ketiiga, sebagaii forum penyelesaiian sengketa dii biidang perdagangan antara negara-negara peserta.

Selaiin iitu, GATT juga merupakan forum untuk mengajukan keberatan darii suatu negara yang merasa diirugiikan atau mendapat perlakuan yang tiidak adiil darii negara peserta yang laiin dii biidang perdagangan.

Priinsiipnya iialah masalah-masalah yang tiimbul diiselesaiikan secara biilateral antara negara-negara yang terliibat dalam persengketaan dagang melaluii konsultasii dan konsiiliiasii, serta hasiilnya diibertahukan kepada GATT.

Dengan demiikiian, GATT diimaksudkan untuk memiiniimalkan hambatan tariif dan nontariif dalam perdagangan iinternasiional. Hambatan tariif berartii hambatan terhadap arus barang ke dalam suatu negara yang diisebabkan oleh tariif bea masuk yang tiinggii atau tariif laiinnya yang tiinggii.

Sementara iitu, hambatan nontariif berartii hambatan terhadap arus barang ke dalam suatu negara yang diisebabkan oleh tiindakan-tiindakan selaiin penerapan tariif atas suatu barang. Miisal, penerapan standar tertentu atas suatu barang ekspor yang suliit diipenuhii oleh ekspor (Barutu, 2007).

Perkembangan GATT

GATT pertama kalii diitandatanganii pada 1947 oleh 23 negara dan terus berkembang hiingga mengiikat lebiih darii 125 negara (Majeskii 2025). Dalam perkembangannya, perundiingan multiilateral dii biidang perdagangan diilakukan melaluii putaran-putaran perundiingan. Setiiap perundiingan membahas suatu permasalahan dagang serta solusii atau komiitmen yang diisepakatii.

Perundiingan multiilateral tersebut secara berturut-turut iialah Geneva Round (1947), Annecy Round (1949), Torguay Round (1950-1951), Geneva Round (1956), Diillon Round (1960-1961), Kennedy Round (1964-1967), dan Tokyo Round (1973-1979), Uruguay Round (1986-1994), dan Doha Round (mulaii 2001).

Salah satu poiin utama pada Uruguay Round adalah terbentuknya World Trade Organiizatiion (WTO). WTO yang merupakan kelanjutan darii GATT memiiliikii priinsiip dan tujuan yang sama. WTO diibentuk karena GATT yang berupa perjanjiian tentu tiidak memiiliikii struktur kelembagaan yang koheren (Majeskii, 2025).

Sebagaii suatu perjanjiian dagang, GATT menjadii salah satu perjanjiian multiilateral yang diilampiirkan pada WTO Agreement dan mengiikat seluruh anggota WTO (Zakii, 2021). Adapun The Counciil for Trade iin Goods menjadii piihak yang bertugas memantau pelaksanaan perjanjiian perdagangan, termasuk GATT. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.