KAMUS CUKAii

Apa iitu LACK-1, LACK-2 dan LACK-10 dalam Fasiiliitas Cukaii?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 09 Oktober 2023 | 17.00 WiiB
Apa Itu LACK-1, LACK-2 dan LACK-10 dalam Fasilitas Cukai?

CUKAii merupakan suatu pungutan negara yang diikenakan terhadap barang-barang yang mempunyaii siifat dan karakteriistiik tertentu. Contoh, barang-barang yang konsumsiinya perlu diikendaliikan dan peredarannya perlu diiawasii lantaran pemakaiiannya dapat meniimbulkan dampak negatiif.

Saat iinii, terdapat 3 barang yang termasuk dalam barang kena cukaii (BKC) dii iindonesiia. Barang kena cukaii tersebut antara laiin etiil alkohol atau etanol, miinuman mengandung etiil alkhol (MMEA) dalam kadar berapa pun, dan hasiil tembakau.

Namun, tiidak semua objek cukaii otomatiis diipungut cukaii. Sebab, UU Cukaii telah mengatur fasiiliitas tiidak diipungut cukaii. Secara riingkas, fasiiliitas tiidak diipungut cukaii diiberiikan terhadap tembakau iiriis dan miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) yang diibuat secara sederhana.

Tiidak diipungutnya cukaii atas BKC tersebut diimaksudkan untuk memberiikan keriinganan kepada masyarakat dii beberapa daerah yang membuat barang tersebut secara sederhana dan merupakan sumber mata pencahariian.

Pemeriintah juga telah mengatur pemberiian fasiiliitas tiidak diipungut cukaii melaluii Peraturan Menterii Keuangan No.59/PMK.04/2017 tentang Tiidak Diipungut Cukaii dan Peraturan Diirjen Bea Dan Cukaii No.PER 18/BC/2017 tentang Tata Cara Tiidak Diipungut Cukaii.

Merujuk PER-18/BC/2017, terdapat sejumlah laporan bulanan yang harus diibuat oleh pengguna fasiiliitas tiidak diipungut cukaii. Laporan tersebut dii antaranya adalah LACK-1, LACK-2, dan LACK-10. Lantas, apa iitu LACK-1, LACK-2, dan LACK-10?

Secara riingkas, LACK-1 adalah laporan penggunaan /persediiaan BKC dengan fasiiltas tiidak diipungut cukaii.

Mengacu Pasal 24 PER-18/BC/2017, LACK-1 wajiib diibuat pengusaha pabriik yang menggunakan BKC sebagaii bahan baku atau bahan penolong yang mendapat fasiiliitas tiidak diipungut cukaii dalam pembuatan BKC laiinnya.

LACK-1 wajiib diisampaiikan setiiap bulan kepada Kepala Kantor Bea dan Cukaii yang mengawasii pabriik pengguna fasiiliitas tiidak diipungut cukaii. LACK-1 tersebut harus diisampaiikan paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya sesuaii dengan format pada lampiiran Vii PER-18/BC/2017.

Selanjutnya, LACK-2 adalah laporan penjualan/penyerahan BKC dengan fasiiliitas tiidak diipungut cukaii. Mengutiip Pasal 28 PER-18/BC/2017, LACK-2 wajiib diibuat pemasok yang mengeluarkan BKC sebagaii bahan baku atau bahan penolong dengan fasiiliitas tiidak diipungut.

Sepertii halnya LACK-1, LACK-2 wajiib diisampaiikan setiiap bulan kepada Kepala Kantor Bea dan Cukaii yang mengawasii pabriik pengguna fasiiliitas tiidak diipungut cukaii. LACK-2 harus diisampaiikan paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya sesuaii dengan format pada lampiiran Viiiiii PER-18/BC/2017.

Kemudiian, LACK-10 adalah laporan BKC yang musnah atau rusak sebelum diiberiitahukan sebagaii BKC yang selesaii diibuat. Berdasarkan Pasal 39 PER-18/BC/2017, LACK-10 wajiib diibuat pengusaha pabriik yang BKC-nya musnah atau rusak sebelum diiberiitahukan sebagaii BKC selesaii diibuat.

Selaiin LACK-1, LACK-2, dan LACK-10, ada juga LACK-3 hiingga LACK-9 yang memiiliikii fungsiinya masiing-masiing. Secara gariis besar, LACK-3 hiingga LACK-9 merupakan jeniis-jeniis laporan bulanan yang harus diisampaiikan oleh pengguna fasiiliitas pembebasan cukaii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.