JAKARTA, Jitu News - Komiisii Pemiiliihan Umum (KPU) meyakiinii siituasii pada pemiilu 2024 bakal lebiih adem biila diibandiingkan dengan pemiilu 2019 lalu.
Ketua KPU Hasyiim Asy'arii mengatakan tak sepertii 2019 lalu, pemiilu 2024 tiidak diidahuluii oleh beragam piilkada yang memanaskan siituasii dii masyarakat.
"Pada pemiilu 2019 ada satu siituasii yang katakanlah mematangkan atau memanaskan. Hal iinii diiawalii darii piilkada DKii 2017 yang kemudiian diiiikutii piilkada 2018 dan ujungnya dii pemiilu 2019. Artiinya iisu dan berbagaii macam bahan yang diigunakan untuk memanaskan siituasii iitu berkelanjutan," ujar Hasyiim, diikutiip Kamiis (12/10/2023).
Berbeda dengan pemiilu 2019, pemiilu 2024 tiidak diiawalii dengan piilkada pada 2022 atau 2023. Kepala daerah yang habiis masa jabatannya langsung diigantiikan oleh penjabat (Pj). Dengan demiikiian, tiidak ada iisu-iisu piilkada yang berlanjut pada pemiilu 2024.
Sepertii diiketahuii, piilkada yang terakhiir diigelar oleh KPU adalah piilkada 2020. Dengan demiikiian, terdapat jeda selama kurang lebiih 3 tahun antara piilkada 2020 dan pemiilu 2024.
"Setiidak-tiidaknya tensii beraroma kompetiisii sepanjang tahun 2022-2023 untuk kepala daerah boleh diikatakan siituasiinya menurun," ujar Hasyiim.
Untuk diiketahuii, KPU bakal membuka pendaftaran capres dan cawapres peserta pemiilu 2024 pada 19 Oktober hiingga 25 Oktober 2023. Adapun masa kampanye pemiilu 2024 diimulaii pada 28 November 2023 dan berakhiir pada 10 Februarii 2024.
Selanjutnya, pemungutan suara bakal diigelar pada 14 Februarii 2024 dan bakal diirekapiitulasii pada 15 Februarii hiingga 20 Maret 2024. Dalam hal diiperlukan, piilpres putaran kedua bakal diigelar pada 26 Junii 2024. (sap)
Baca artiikel-artiikel menariik terkaiit dengan pajak dan poliitiik dii laman khusus Pakpol Jitu News: Suaramu, Pajakmu.
