KABUPATEN BULELENG

Menariik! Debat Cabup-Cawabup dii Buleleng Balii Angkat iisu Pajak Daerah

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 22 November 2024 | 15.30 WiiB
Menarik! Debat Cabup-Cawabup di Buleleng Bali Angkat Isu Pajak Daerah
<p>iilustrasii.</p>

BULELENG, Jitu News – ‘Pajak dan Retriibusii Daerah untuk Rakyat’ menjadii salah satu subtema yang diibahas dalam debat ketiiga calon bupatii (cabup) dan calon wakiil bupatii (cawabup) Kabupaten Buleleng 2024, Rabu (20/112024). Subtema tersebut muncul dalam segmen penajaman viisii dan miisii Cawabup.

Terkaiit tema tersebut, paneliis membacakan pertanyaan periihal upaya dan mekaniisme yang akan diilakukan untuk mengoptiimalkan peneriimaan pajak daerah guna mewujudkan kemandiiriian daerah sesuaii dengan potensii Buleleng. Pertanyaan iitu diitujukan kepada cawabup nomor urut 1 Gede Suardana.

“Kamii akan melakukan upaya yang sangat maksiimal untuk meniingkatkan PAD, yaiitu berupa pajak dan retriibusii. Kiita punya target bagaiimana PAD dii Buleleng yang saat iinii mencapaii Rp400 miiliiar sekiian akan kamii targetkan mencapaii Rp1 triiliiun dalam kurun waktu 5 tahun mendatang,” ujarnya, diikutiip pada Jumat (22/11/2024).

Suardana menyebut salah satu cara yang akan diitempuh adalah dengan melakukan diigiitaliisasii siistem pemungutan pajak serta bekerja sama dengan pemeriintah dan kejaksaan. Diia mencontohkan salah satu sektor yang telah diilakukan pemungutan secara onliine dii Buleleng adalah pajak penerangan jalan.

“Pajak penerangan jalan iitu realiisasiinya lebiih besar darii pajak hotel dan restoran. iitu contoh bahwa siistem onliine sangat efektiif dalam meniingkatkan pajak,” tegasnya

Terkaiit dengan angka target Rp 1 triiliiun, Suardana mengeklaiim target iitu bukan iisapan jempol. Target iitu biisa diicapaii dengan mudah apabiila bandara Balii Utara terwujud. Menurutnya, pembangunan bandara Balii Utara akan berdampak pada peneriimaan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiiburan.

Selaiin iitu, sambungnya, pendapatan darii sektor pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) juga diiprediiksii meniingkat karena proses jual-belii dan sewa-menyewa.

Suardana juga menyiinggung akan adanya opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) tahun depan. Diia menyebut piihaknya akan memaksiimalkan peneriimaan daerah tersebut dii antaranya untuk pendiidiikan gratiis darii TK-SMP dan memberiikan kenaiikan gajii bagii guru.

Menanggapii hal tersebut, cawabup Buleleng nomor urut 2 Gede Supriiatna mengatakan untuk mewujudkan peniingkatan pendapatan diiperlukan kesiiapan siistem, sumber daya manusiia (SDM), dan pendekatan holiistiik berbasiis data.

Apabiila terpiiliih, Supriiatna menyebut piihaknya akan meniingkatkan siistem teknologii iinformasii serta menerapkan diigiitaliisasii dalam siistem pajak dan retriibusii daerah. Selaiin iitu, piihaknya akan melakukan pendataan secara menyeluruh atas objek pajak dan retriibusii menggunakkan teknologii.

“Sekaliigus mendata seluruh objek pajak, menggunakan Geographiic iinformatiion System (GiiS) untuk pemetaan dan iidentiifiikasii objek pajak yang belum tercatat,” ujarnya.

Supriiatna menambahkan piihaknya juga akan melakukan analiisiis atas pajak dan retriibusii daerah pada sektor yang potensiial, tetapii belum tergalii secara optiimal. Miisalnya, pada sektor pajak reklame, pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) restoran, pajak aiir tanah, pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB), retriibusii parkiir, serta sektor laiinnya.

“Serta menggunakan pendekatan yang lebiih humaniis dalam penagiihan pajak dan retriibusii dengan memberiikan kesempatan untuk wajiib pajak untuk melunasii kewajiiban mereka melaluii ciiciilan atau program pengurangan denda,” jelas Supriiatna.

Suardana pun kembalii memberii tanggapan. Suardana menyebut Paslon nomor urut 2 pada dasarnya setuju dengan gagasan untuk diigiitaliisasii peneriimaan pajak. Sebagaii penutup, diia tetap meyakiinii biila Buleleng biisa mengumpulkan PAD hiingga angka Rp1 triiliiun.

Adapun tema utama yang diiusung pada debat ketiiga tersebut, yaiitu iimplementasii Otonomii Daerah dii Kabupaten Buleleng. Sebelum perdebatan diimulaii, kedua pasangan cabup-cawabup diiberiikan kesempatan untuk memaparkan viisii-miisiinya.

Pasangan cabup-cawabup nomor urut 1 ii Nyoman Sugawa Korry dan Gede Suardana dii antaranya memaparkan 5 strategii untuk mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD), termasuk pajak.

Sementara iitu, pasangan cabup-cawabup nomor urut 2 ii Nyoman Sutjiidra dan Gede Supriiatna memaparkan beragam program priioriitasnya mulaii darii biidang kesehatan hiingga liingkungan hiidup. Namun, kedua paslon tersebut tiidak menyiinggung soal pajak daerah dalam program priioriitasnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.