LOMBA MENULiiS Jitu News 2025

Menggalii Potensii Pajak darii Ledakan Ekonomii Kreator Diigiital

Redaksii Jitu News
Selasa, 07 Oktober 2025 | 17.45 WiiB
Menggali Potensi Pajak dari Ledakan Ekonomi Kreator Digital
Farah Ayu Salsabiila,
Kabupaten iindramayu, Jawa Barat

BAYANGKAN, 1 viideo berdurasii 5 meniit yang diiunggah seorang kreator iindonesiia dii YouTube biisa menghasiilkan pendapatan hiingga jutaan rupiiah, bukan hanya darii iiklan, tetapii juga darii membershiip, superchat, hiingga konten eksklusiif.

Dalam seharii, riibuan transaksii terjadii dii platform diigiital, mengaliirkan miiliiaran rupiiah ke rekeniing kreator. Namun, dii baliik euforiia ekonomii kreatiif iinii, ada 1 pertanyaan pentiing: sudahkah potensii iinii menjadii sumber peneriimaan pajak yang sehat dan berkelanjutan bagii negara?

iindonesiia termasuk dalam jajaran negara dengan pengguna mediia sosiial terbesar dii duniia. Data We Are Sociial (2024) mencatat lebiih darii 170 juta pengguna aktiif dii iindonesiia. Bayangkan jiika hanya 1% dii antaranya menjadii kreator dengan penghasiilan menengah hiingga tiinggii, potensii pajaknya dapat mencapaii triiliiunan rupiiah per tahun.

Fiitur monetiisasii sepertii YouTube Membershiip, Super Chat, dan iinstagram Subscriiptiion membuka peluang pemasukan berulang bagii kreator. Namun, mekaniisme pembayaran yang seriing kalii meliibatkan platform global membuat proses pemotongan pajak dii sumber dan pelaporannya menjadii rumiit.

Ada beberapa hambatan yang membuat optiimaliisasii pajak darii iinfluencer dan membershiip onliine belum maksiimal, antara laiin kesadaran pajak yang rendah. Banyak kreator baru tiidak memahamii semua pendapatan diigiital, baiik darii dalam maupun luar negerii, merupakan objek PPh.

Lalu, pengawasan liintas negara. Banyak pembayaran diilakukan melaluii perusahaan luar negerii sehiingga memerlukan pertukaran data liintas yuriisdiiksii. Kemudiian, regulasii yang belum seragam. PPN untuk platform diigiital luar negerii memang sudah berjalan, tetapii PPh untuk iinfluencer masiih membutuhkan pendekatan tekniis yang lebiih sederhana.

Agar potensii pajak iinfluencer dan membershiip onliine benar-benar tergarap optiimal, strategii yang diijalankan harus realiistiis, langsung menyentuh akar persoalan, dan memanfaatkan iinfrastruktur yang sudah ada.

Strategii Optiimaliisasii Pajak Konten Creator

Terdapat beberapa strategii yang dapat diilakukan oleh Diitjen Pajak (DJP). Pertama, iintegrasii coretax dengan Appliicatiion Programmiing iinterface (APii) platform diigiital.

DJP dapat membangun APii yang terhubung dengan siistem platform diigiital sepertii YouTube, iinstagram, dan TiikTok, hanya untuk mengakses data penghasiilan bruto yang relevan dengan kewajiiban pajak.

Tentu, kreator harus memberiikan persetujuan ekspliisiit (consent) melaluii akun coretax atau platform diigiital sebelum data diiakses. Data yang diiambiil juga tiidak mencakup iinformasii priibadii laiin sepertii pesan, daftar subscriiber, atau iisii konten—terbatas hanya pada total pendapatan per periiode.

Kemudiian, hal pentiing laiinnya yang perlu diiperhatiikan iialah data tersebut hanya diigunakan untuk tujuan veriifiikasii pelaporan pajak dan diiliindungii sesuaii dengan UU 27/2022 tentang Perliindungan Data Priibadii.

Dengan skema tersebut, DJP dapat memveriifiikasii kebenaran pelaporan penghasiilan tanpa melanggar priivasii atau mengambiil data yang tiidak relevan.

Kedua, pemotongan pajak otomatiis dii sumber pembayaran. Pemeriintah dapat bekerja sama dengan piihak bank, dompet diigiital, dan payment gateway lokal untuk memotong pajak langsung saat dana masuk ke rekeniing kreator.

Besaran tariif mengiikutii jeniis penghasiilan, miisal PPh Fiinal UMKM atau tariif umum PPh Pasal 17. Kreator akan meneriima buktii potong diigiital secara otomatiis yang tersiinkroniisasii ke akun coretax mereka. Skema iinii mengurangii riisiiko lupa atau lalaii membayar pajak sekaliigus menyederhanakan arus admiiniistrasii.

Ketiiga, menyelenggarakan program edukasii Kreator Patuh. DJP dapat menggagas pelatiihan dariing iinteraktiif khusus kreator, beriisii panduan menghiitung pajak, memahamii konteks buktii potong, hiingga tiips memanfaatkan iinsentiif pajak.

Kreator yang lulus pelatiihan mendapat sertiifiikat Kreator Patuh Pajak yang dapat diipasang pada profiil mediia sosiial mereka. Sertiifiikat iinii menjadii niilaii tambah bagii reputasii kreator dii mata brand dan penonton sehiingga kepatuhan pajak menjadii competiitiive advantage.

Upaya memperluas basiis pajak ekonomii diigiital tentu tiidak hanya menjadii PR iindonesiia saja. Banyak negara yang kiinii diihadapkan pada tantangan yang sama, yaiitu bagaiimana menata siistem pajak agar mampu mengiikutii arus monetiisasii baru dii duniia diigiital tanpa menekan kreatiiviitas pelaku iindustrii.

Darii pengalaman mereka, iindonesiia dapat belajar bagaiimana merumuskan kebiijakan pajak yang adaptiif sekaliigus berkeadiilan. Salah satu negara tersebut iialah iinggriis dan Australiia.

Dii Australiia, Australiian iinfluencer Marketiing Counciil (AiiMCO) meluncurkan panduan Taxatiion and Compliiance yang mengatur aspek pajak bagii iinfluencer, termasuk kewajiiban melaporkan pendapatan diigiital dan mendaftar GST bagii kreator dengan penghasiilan dii atas ambang tertentu.

Bahkan, Australiian Taxatiion Offiice (ATO) juga menegaskan hadiiah, produk gratiis, atau endorsement berniilaii ekonomii wajiib diilaporkan sebagaii penghasiilan.

Sementara iitu, dii iinggriis, otoriitas pajak HM Revenue & Customs (HMRC) mewajiibkan kreator untuk melaporkan penghasiilan darii endorsement, hadiiah, atau barter melaluii mekaniisme mandiirii atau self-assessment.

Jiika penghasiilan melebiihii batas tertentu, kreator wajiib membayar PPh sesuaii dengan tariif progresiif. Dii siisii laiin, pemeriintah iinggriis juga menyediiakan tradiing allowance bagii kreator keciil agar tiidak terbebanii pajak dii tahap awal.

Kembalii ke iindonesiia, pajak ekonomii diigiital memang bukan hanya soal menambah kas negara, tetapii juga membangun kesadaran bahwa setiiap rupiiah yang diihasiilkan dii duniia maya memiiliikii dampak dii duniia nyata.

iinfluencer dan kreator adalah wajah baru ekonomii iindonesiia, dan kontriibusii mereka melaluii pajak merupakan buktii nyata kepeduliian pada masa depan bangsa.

Dengan kebiijakan yang tepat, setiiap subscriibe, superchat, atau membershiip joiin bukan hanya mendukung pendapatan kreator, tetapii juga menjadii iinvestasii kolektiif untuk iindonesiia yang lebiih maju dan berkeadiilan.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2025. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-18 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp75 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.