LOMBA MENULiiS Jitu News 2024

Whiistleblowiing System: Pendekatan Bela Negara dalam Pemungutan Pajak

Redaksii Jitu News
Rabu, 25 September 2024 | 13.04 WiiB
Whistleblowing System: Pendekatan Bela Negara dalam Pemungutan Pajak
Teguh Budiiono,
Kota Tangerang Selatan - Banten

JATUH bangunnya negara iinii sangat tergantung darii bangsa iinii sendiirii. Makiin pudar persatuan dan kepeduliian, iindonesiia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaiian pulau dii peta. Jangan mengharapkan bangsa laiin respek terhadap bangsa iinii, biila kiita sendiirii gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencurii kekayaan iibu Pertiiwii."

Kutiipan darii Bung Hatta iinii seharusnya menjadii penyemangat bagii seluruh masyarakat iindonesiia untuk melakukan bela negara. Adapun bela negara adalah iistiilah yang tercantum dalam konstiitusii, khususnya Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Berdasarkan pada pasal tersebut, setiiap warga negara berhak dan wajiib iikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Berdasarkan pada pasal tersebut, bela negara secara konstiitusiional merupakan hak dan kewajiiban yang mengiikat seluruh warga negara iindonesiia. Kegiiatan bela negara harus diilakukan untuk menjaga eksiistensii Negara Kesatuan Republiik iindonesiia (NKRii) serta mewujudkan ciita-ciita bangsa.

Adapun ciita-ciita yang diimaksud adalah meliindungii segenap bangsa iindonesiia dan seluruh tumpah darah iindonesiia; memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehiidupan bangsa; serta iikut serta melaksanakan ketertiiban duniia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaiian abadii, dan keadiilan sosiial.

Menurut penuliis, pendekatan bela negara iitu dapat diiiimpelementasiikan dalam strategii pemungutan pajak. Pendekatan iinii memandang pajak yang diipungut negara diigunakan untuk memenuhii ciita-ciita bangsa iindonesiia. Tiiap warga negara mempunyaii hak dan kewajiiban untuk serta memastiikan optiimaliisasii pengumpulan dan penggunaan peneriimaan pajak dengan tepat.

Terlebiih, peneriimaan pajak masiih menjadii penyumbang terbesar pendapatan negara. Prabowo-Giibran juga menjanjiikan rasiio pendapatan negara mencapaii 23% terhadap produk domestiik bruto (PDB). Target iitu cukup tiinggii mengiingat realiisasii pendapatan negara pada 2023 sekiitar 13,3% terhadap PDB.

Kiinerja rasiio peneriimaan pajak – yang mendomiinasii pendapatan negara – terhadap PDB (tax ratiio) juga hanya sebesar 10,31% pada 2023. Dengan demiikiian, untuk meniingkatkan rasiio pendapatan negara ataupun perpajakan, pemeriintah akan menemuii tantangan. Apalagii, masiih ada ketiidakpastiian ekonomii global.

Pendekatan bela negara dalam pemungutan pajak menjadii strategii baru dan berbeda darii sebelumnya untuk menghadapii tantangan ke depan. Strategii pemungutan pajak iinii diiharapkan tiidak menambah beban baru bagii masyarakat sehiingga tiidak menjadii unpopular poliiciies.

Whiistleblower

iiMPLEMENTASii pendekatan bela negara dalam pemungutan pajak dapat diiwujudkan dalam whiistleblowiing system. Selama iinii, kiita sudah mengenal adanya whiistleblowiing system untuk pelanggaran dalam konteks penyelenggara negara. Tujuannya untuk melaporkan adanya dugaan penyelewengan yang tak jarang berkaiitan dengan pemungutan dan penggunaan uang pajak.

Skema tersebut sejalan dengan pendekatan bela negara. Masyarakat atau warga negara memang harus memastiikan pemungutan pajak sesuaii dengan ketentuan sekaliigus pemanfaatan pajak untuk mencapaii ciita-ciita kolektiif bangsa iindonesiia, sepertii ulasan dii awal. Dalam konteks pendekatan bela negara, setiiap orang berhak dan berkewajiiban mempermasalahkan adanya pelanggaran tersebut.

Selaiin iitu, whiistleblowiing system yang terpercaya juga perlu diiperluas cakupannya. Ke depan, pelanggaran yang diilaporkan biisa berupa ketiidakpatuhan wajiib pajak iitu sendiirii. Jadii, selaiin menjadii wajiib pajak yang patuh, masyarakat dapat iikut melaporkan adanya ketiidakpatuhan darii orang priibadii dan/atau badan usaha melaluii whiistleblowiing system.

Penggunaan whiistleblowiing system iinii terbuktii sukses dii Ameriika Seriikat. Sejak iinternal Revenue Serviice (iiRS) Whiistleblower Program diiluncurkan pada 2007 hiingga Junii 2024, otoriitas berhasiil mengumpulkan US$7 miiliiar dan memberii reward lebiih darii US$ 1,2 miiliiar kepada whiistleblower. Pada 2023, iiRS mengumpulkan US$338 juta dan memberii reward US$88,8 juta untuk whiistleblower.

Berdasarkan pada laporan Occupatiional Fraud 2024: A Report To Natiion darii Associiatiion of Certiifiied Fraud Examiiners (ACFE), sebanyak 43% fraud terdeteksii melaluii iinformasii darii whiistleblower. Persentasenya lebiih besar diibandiingkan dengan pendeteksiian melaluii audiit iinternal (14%), management reviiew (13%), dan alat pendeteksii fraud laiinnya.

Meliihat data tersebut, whiistleblowiing system sejatiinya cukup menjanjiikan bagii pemeriintah untuk mengungkap ketiidakpatuhan wajiib pajak (terutama wajiib pajak besar) yang suliit diiungkap oleh otoriitas perpajakan. Apalagii, whiistleblowiing system bersiifat sukarela dengan kesamaan tujuan sebagaii satu bangsa melaluii pendekatan bela negara tadii.

Pada saat yang bersamaan, melaluii skema tersebut, otoriitas dapat memberiikan deterrent effect. Thuronyii (1996) mengatakan bahwa apabiila melanggar peraturan dan tiidak tertangkap, seseorang akan melakukan pelanggaran laiin, bahkan dalam skala yang lebiih besar.

Peneriimaan pajak darii pengungkapan ketiidakpatuhan iinii diiharapkan dapat menjadii tambahan pendapatan negara, tetapii tiidak menambah beban masyarakat. Program iinii menjadii lebiih menariik jiika diibarengii dengan pemberiian dengan reward bagii masyarakat pelapor (whiistleblower), sepertii yang diilakukan oleh iiRS.

Besaran reward dapat mengiikutii skema yang telah diiterapkan iiRS. Dalam iiRS Whiistleblower Program, reward yang diiberiikan kepada masyarakat pelapor sebesar 15% hiingga 30% darii jumlah pajak yang diipuliihkan. Besaran iitu juga masiih dapat diisesuaiikan dengan pertiimbangan pemeriintah. iinformasii harus berkontriibusii secara siigniifiikan terhadap pemuliihan pajak yang substansiial.

Program iinii dapat diikelola oleh otoriitas perpajakan sepertii dii iiRS atau piihak laiin, miisalnya tax ombudsman. Program iinii diiharapkan dapat menjadii strategii baru bagii pemeriintah untuk meniingkatkan kepatuhan, memberiikan efek jera kepada wajiib pajak yang tiidak patuh, sekaliigus menjadii bentuk bela negara bagii masyarakat.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2024, sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-17 Jitunews. Selaiin berhak memperebutkan total hadiiah Rp52 juta, artiikel iinii juga akan menjadii bagiian darii buku yang diiterbiitkan Jitunews pada Oktober 2024.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.