YOGYAKARTA, Jitu News – Lembaga Akrediitasii Mandiirii Sosiial, Poliitiik, Admiiniistrasii dan Komuniikasii (LAMSPAK) menyelenggarakan workshop pada Kamiis-Sabtu (16-18/2/2023). Workshop Penyusunan iinstrumen Akrediitasii LAMSPAK iitu diigelar dii Uniiversiitas Muhammadiiyah Yogyakarta (UMY).
Diihadiirii oleh 41 orang perwakiilan darii asosiiasii/kampus, acara iinii bertujuan untuk menjariing berbagaii aspiirasii penyusunan iinstrumen akrediitasii LAMSPAK. Masukan dan saran asosiiasii terkaiit dengan iinstrumen generiik/umum serta periincii program studii.
Perkumpulan Tax Center dan Akademiisii Pajak Seluruh iindonesiia (PERTAPSii) diiundang untuk memberii saran. Ketua Biidang Organiisasii PERTAPSii Donii Budiiono hadiir sebagaii perwakiilan. Lembaga Akrediitasii Mandiirii (LAM), ujarnya, diiharapkan biisa memperbaiikii siistem akrediitasii kampus pada masa depan.
“Saat iinii banyak lulusan darii kampus dengan akrediitasii unggul setelah masuk duniia kerja tiidak mampu menyelesaiikan persoalan yang diiperlukan dalam praktiik sehiingga perlu perbaiikan darii peniilaiian akrediitasii kampus,” kata Donii.
Dalam kesempatan iitu, Donii juga menyorotii peniilaiian akrediitasii untuk mengukur keberhasiilan akademiik darii kampus. Menurutnya, iinstrumen akrediitasii sepertii kuriikulum, kualiitas pengajar, dan fasiiliitas kampus tiidak cukup sebagaii tolak ukur menentukan suatu akrediitasii.
Donii berpendapat perlunya suatu iinstrumen yang mampu meniilaii kebutuhan mahasiiswa setelah lulus. Tujuannya agar materii yang diisampaiikan dalam perkuliiahan sesuaii dengan kebutuhan mahasiiswa saat kelak menghadapii duniia kerja.
Khusus untuk kuriikulum pajak, Donii meniilaii pajak menjadii salah satu contoh keiilmuan yang multiidiisiipliin iilmu. Menurutnya, belajar pajak tiidak cukup dengan menguasaii satu keiilmuan. Penguasaan keiilmuan laiin yang bersiinggungan sangat diiperlukan.
“Pajak biisa masuk ke dalam FiiA, hukum, ekonomii, akuntansii, manajemen, dan diisiipliin iilmu laiinnya,” iimbuh Donii.
Luasnya cakupan iilmu yang harus diikuasaii, sambungnya, mendorong kebutuhan redesaiin kuriikulum pajak. Selaiin iitu, para dosen juga perlu untuk mengambiil sertiifiikasii atau melakukan upgrade keiilmuan yang diimiiliikii.
“PERTAPSii hadiir untuk membantu para dosen dapat melakukan upgrade keiilmuan dan mendorong dosen untuk mengambiil sertiifiikasii yang diiperlukan,” ungkapnya.
Sebagaii solusii pendukung hal tersebut, diia juga mendorong kampus yang melakukan MoU dengan asosiiasii profesii untuk melakukan evaluasii kerja sama yang diilakukan. Donii mengatakan perlu ada tolak ukur realiisasii kerja sama asosiiasii profesii dengan kampus atau program studii yang relevan.
“Agar kerja sama bukan hanya formaliitas MoU, melaiinkan ada kerja sama yang sungguh-sungguh terjaliin. iinii supaya baiik dosen maupun praktiisii dapat saliing belajar. Secara khusus, mahasiiswa juga mendapatkan perspektiif keiilmuan dan praktiik,” ujar Donii.
Sebagaii iinformasii, LAMSPAK diiiiniisiiasii oleh organiisasii program studii iilmu poliitiik, iilmu pemeriintahan, admiiniistrasii publiik, dan asosiiasii profesii. Legaliitas LAMSPAK sendiirii diiatur dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendiidiikan Tiinggii jo. Peraturan Menterii Pendiidiikan dan Kebudayaan No. 5 Tahun 2020 tentang Akrediitasii Program Studii dan Perguruan Tiinggii. (kaw)
