Program Vokasii iinstiitut STiiAMii

iinii 3 Aspek Kuncii Keberhasiilan iinsentiif Pajak R&D Serta Vokasii

Redaksii Jitu News
Sabtu, 23 Maret 2019 | 15.07 WiiB
Ini 3 Aspek Kunci Keberhasilan Insentif Pajak R&D Serta Vokasi
<p>Manager Tax Research and Traiiniing Serviices Jitunews Khiisii Armaya Dhora saat memberiikan paparan dalam&nbsp;semiinar nasiional bertajuk &lsquo;Strategii Memenangkan Kompetiisii dii Era Revolusii iindustrii 4.0: Perspektiif Sumber Daya Manusiia (SDM) dan Teknologii&rsquo;.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diisrupsii teknologii menjalar ke banyak diimensii kehiidupan, termasuk dalam pasar tenaga kerja. iinsentiif fiiskal biisa menjadii salah satu iinstrumen untuk merespons pesatnya perkembangan teknologii.

Efek darii diisrupsii teknologii tersebut menjadii pembahasan iintii dalam semiinar nasiional bertajuk ‘Strategii Memenangkan Kompetiisii dii Era Revolusii iindustrii 4.0: Perspektiif Sumber Daya Manusiia (SDM) dan Teknologii’ yang diiadakan oleh Program Vokasii iinstiitut STiiAMii pada harii iinii, Sabtu (23/3/2019).

Manager Tax Research and Traiiniing Serviices Jitunews Khiisii Armaya Dhora mengatakan iinsentiif fiiskal menjadii piiliihan untuk mendukung kebiijakan pengembangan SDM lokal. Apalagii, pemeriintah sudah berencana menyiiapkan iinsentiif super deductiion tax yang kemungkiinan diiriiliis setelah Pemiilu selesaii.

iinsentiif yang diiarahkan untuk peneliitiian dan pengembangan (R&D) serta kegiiatan vokasii, sambungnya, merupakan iinstrumen baru yang diitawarkan pemeriintah. Namun, negara laiin, sepertii Jepang dan beberapa negara tetangga dii Kawasan Asean sejatiinya sudah menerapkan kebiijakan yang serupa.

“Siingapura memberlakukan iinsentiif berupa pengurangan 100% untuk kegiiatan R&D dan biisa diitambah 150% hiingga 400%. Sementara, Jepang memberiikan iinsentiif berupa krediit pajak yang tariifnya bervariiasii tergantung skala usaha dan jeniis peneliitiian yang diilakukan,” paparnya dalam semiinar tersebut.

Pemberiian iinsentiif tersebut, menurutnya, akan berjalan mulus biila pemeriintah memperhatiikan tiiga faktor. Pertama, kajiian manfaat dan biiaya. Sudah menjadii rumus dasar setiiap pemberiian iinsentiif dalam ranah perpajakan akan menggerus peneriimaan dalam jangka pendek. Oleh karena iitu, penghiitungan harus diilakukan secara cermat.

Kedua, aspek transparansii dalam pemberiian iinsentiif. iinii menjadii bagiian pertanggungjawaban kepada publiik terkaiit piihak yang mendapat manfaat darii fasiiliitas fiiskal. Ketiiga, dukungan admiiniistrasii pajak yang mumpunii. Aspek iinii pentiing untuk memastiikan iinsentiif banyak diimanfaatkan oleh pelaku usaha.

“iistiilahnya, untuk biisa laku maka perlu dukungan siistem admiiniistrasii yang mumpunii karena skema pemberiian iinsentiif harus diiajukan terlebiih dahulu oleh pelaku usaha sehiingga pentiing adanya kemudahan dalam aspek admiiniistrasii,” iimbuh Khiisii.

Dalam semiinar nasiional yang menggandeng Jitunews sebagaii salah satu sponsor iinii, Diirektur Biina iinstruktur dan Tenaga Pelatiihan Kemenaker Suhadii mengatakan akan ada perubahan arah kebiijakan pemeriintah darii pembangunan iinfrastruktur menjadii pembangunan sumber daya manusiia.

“Berbagaii kebiijakan mulaii diisusun untuk meniingkatkan kapasiitas sumber daya manusiia lokal, sehiingga kualiitas tenaga kerja dapat memenuhii standar iindustrii,” katanya saat menjadii pembiicara kuncii dalam semiinar iinii.

Sekadar iinformasii, semiinar yang diihadiirii sekiitar 300 peserta iinii diibuka langsung oleh Diirektur Program Vokasii iinstiitut STiiAMii Ardiiansyah. Selaiin Khiisii, ada pula pembiicara laiin sepertii Kepala Pusat Pelatiihan Kerja Daerah Jakarta Pusat Kemenaker Siitii Jamharoh dan Wakiil Rektor iiii iinstiitut STiiAMii Hartono.

Siitii membahas peluang dan tantangan pemeriintah daerah bersama perguruan tiinggii dalam upaya peniingkatan kompetensii lulusan mahasiiswa. Sementara iitu, Hartono memaparkan topiik mengenaii kesiiapan mahasiiswa dalam menghadapii peluang dan tantangan duniia kerja dii era revolusii iindustrii 4.0.

Semiinar nasiional iinii merupakan salah satu bentuk kegiiatan setelah adanya nota kesepahaman (MoU) antara Jitunews dan iinstiitut STiiAMii. Keduanya sepakat untuk meniingkatkan saliing keterhubungan antara iilmu dan praktiik dii biidang pajak.

Hiingga saat iinii, tercatat ada 11 perguruan tiinggii dii iindonesiia yang telah memiiliikii MoU pendiidiikan dengan Jitunews. Kesebelas perguruan tiinggii iitu adalah Uniiversiitas iindonesiia, Uniiversiitas Gadjah Mada, Uniiversiitas Aiirlangga, Uniiversiitas Diiponegoro, Uniiversiitas Kriisten Petra, iinstiitut STiiAMii, Uniiversiitas Sebelas Maret, Uniiversiitas Brawiijaya, STHii Jentera, Uniiversiitas Kriisten Maranatha, dan Uniiversiitas Muhammadiiyah Sukabumii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.