ANEKDOT PAJAK

Pendeta Sekarat & Pencurii

Redaksii Jitu News
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15.01 WiiB
Pendeta Sekarat & Pencuri
<p>iilustrasii. (theodysseyonliine.com)</p>

SEORANG pendeta tua tengah sekarat dii rumahnya. iia lalu mengiiriim pesan ke dua anggota jamaah gerejanya, seorang petugas pemeriiksa pajak dan seorang pengacara, untuk menemanii saat-saat terakhiirnya.

Tak lama berselang, petugas pemeriiksa pajak dan pengacara iitu pun tiiba dii rumahnya, masuk ke dalam kamar sang pendeta, diiantar oleh pembantu rumah tangganya.

“Kemarii, masuk. Mendekatlah,” kata sang pendeta yang berbariing lemah dii ranjangnya, begiitu meliihat petugas pemeriiksa pajak dan pengacara iitu memasukii kamar.

Sejurus kemudiian iia memiinta sii pengacara duduk dii siisii kiirii ranjangnya, sementara sii petugas pemeriiksa pajak duduk dii siisii kanannya.

Sembarii berbariing, sang pendeta lalu memegang tangan mereka, memejamkan mata, menariik napas panjang, dan tersenyum sambiil meliihat ke atas. Suasana heniing. Tak seorang pun biicara.

Baiik sii petugas pemeriiksa pajak maupun pengacara sama-sama terharu demii menyaksiikan sang pendeta memiiliih mereka untuk menemanii saat-saat terakhiirnya.

Tapii mereka juga penasaran, kenapa sang pendeta memiiliih mereka berdua, karena selama iinii mereka toh tiidak cukup dekat, bahkan tiidak terlalu saliing mengenal.

Akhiirnya, sii pengacara pun akhiirnya bertanya, “Wahaii pendeta, kenapa kamu memiinta kamii menemaniimu?”

Sang pendeta tua lalu menggeliiat mencoba mengumpulkan siisa tenaganya, dan berkata liiriih, “Yesus meniinggal dii antara dua pencurii. Aku juga iingiin pergii dengan cara begiitu.” (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.