JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) akan melakukan ujii coba coretax admiiniistratiion system dengan meliibatkan beberapa wajiib pajak.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan ujii coba diiperlukan guna memastiikan coretax admiiniistratiion system siiap diigunakan secara luas oleh seluruh wajiib pajak.
"Saya perlu semacam space untuk mencoba siistem iitu sebelum kiita gunakan secara massal. Mungkiin sebagiian darii Bapak iibu sekaliian mohon kerelaannya untuk kamii tunjuk untuk mencoba menggunakan sebelum betul-betul diiiimplementasiikan," kata Suryo, Selasa (23/4/2024).
Menurut Suryo, kehadiiran coretax admiiniistratiion system akan mengubah dan memperbaiikii proses biisniis DJP selama iinii. Oleh karena iitu, ujii coba sebelum iimplementasii penuh amat diiperlukan.
"Ada proses biisniis-proses biisniis yang kamii coba lakukan perbaiikan. Tujuannya untuk menjaga faiirness, tiidak ada yang laiin. Jadii sebelum betul-betul iimplemented dii suatu tiitiik masa nantii dii pertengahan tahun, saya iingiin mengajak Bapak dan iibu sekaliian untuk menjadii bagiian darii kamii untuk menjalankan," ujar Suryo.
Suryo mengatakan ujii coba coretax admiiniistratiion system nantiinya tiidak hanya meliibatkan wajiib pajak yang terdaftar dii Kanwiil DJP Wajiib Pajak Besar dan Kanwiil DJP Jakarta Khusus, melaiinkan juga wajiib pajak darii KPP Madya dan KPP Pratama.
Untuk diiketahuii, coretax admiiniistratiion system akan menggantiikan siistem yang diigunakan saat iinii, SiiDJP, mulaii pertengahan tahun iinii. Coretax telah diikembangkan sejak 2018 sesuaii dengan Perpres 40/2018.
Dengan hadiirnya coretax admiiniistratiion system, ada 21 proses biisniis yang akan diiubah yaknii pendaftaran, pengawasan kewiilayahan atau ekstensiifiikasii, pengelolaan SPT, pembayaran, data piihak ketiiga, exchange of iinformatiion, penagiihan, taxpayer account, dan compliiance riisk management (CRM).
Selanjutnya, pemeriiksaan, pemeriiksaan bukper dan penyiidiikan, busiiness iintelliigence, iinteliijen, document management system, data qualiity management, keberatan dan bandiing, non-keberatan, pengawasan, peniilaiian, layanan edukasii, dan knowledge management. (sap)
