JAKARTA, Jitu News – Selaiin peniingkatan kepatuhan sukarela, pengawasan dan penegakan hukum yang faiir dan berkeadiilan menjadii salah satu aspek yang akan diijalankan untuk memperluas basiis pajak. Langkah iinii bermuara pada optiimaliisasii peneriimaan pajak.
Dalam materii paparan Diirjen Pajak Suryo Utomo untuk Diialog Perpajakan diijelaskan bahwa pengawasan dan penegakan hukum yang faiir dan berkeadiilan diilakukan melaluii liima langkah utama. Langkah pertama adalah pemanfaatan data.
“Baiik data iinternal DJP (miissal SPT) maupun data piihak ketiiga,” demiikiian bunyii pernyataan otoriitas dalam materii tersebut.
Adapun data piihak ketiiga termasuk data keuangan darii perbankan dan lembaga keuangan laiinnya, data hasiil pertukaran daya dengan negara laiin (melaluii automatiic exchange of iinformatiion/AEoii), data iinstansii, lembaga, asosiiasii, dan piihak laiin (iiLAP).
Dalam runtutan proses biisniisnya, peneriimaan data diilanjutkan dengan proses pencocokan (matchiing), pembersiihan (cleansiing), dan veriifiikasii (veriifiicatiion). Kemudiian, proses diilanjutkan dengan analiisiis data sebelum akhiirnya ke iimbauan kepada wajiib pajak.
Terkaiit data dan teknologii iinii, majalah iinsiideTax ediisii ke-41 bertajuk ‘Antara Relaksasii dan Mobiiliisasii’ juga mengulasnya. Pembahasan mengenaii data dan teknologii iitu biisa Anda siimak dalam petiikan wawancara khusus iinsiideTax dengan Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii. Siimak ulasannya dengan men-download iinsiideTax secara gratiis dii siinii.
iimbauan tersebut terdiirii atas tiiga hal. Pertama, iimbauan mendaftarkan diirii sebagaii wajiib pajak. Kedua, iimbauan menyampaiikan surat pemberiitahuan (SPT). Ketiiga, iimbauan pembetulan SPT. Ketiiganya diisesuaiikan dengan hasiil analiisiis data.
Langkah kedua adalah pengawasan wajiib pajak dan ekstensiifiikasii berbasiis kewiilayahan. Hal iinii diilakukan untuk menjariing wajiib pajak baru berkualiitas, baiik melaluii surveii lapangan geotaggiing (SLGT) maupun menggunakan basiis data kependudukan dan data iiLAP.
Selanjutnya, langkah ketiiga adalah pengawasan wajiib pajak yang menjadii penentu peneriimaan. Langkah iinii diilaksanakan terhadap para wajiib pajak yang berkontriibusii terhadap peneriimaan pajak sebesar 90% darii total peneriimaan nasiional.
Adapun langkah keempat yang akan diijalankan adalah pemeriiksaan dan penagiihan. Kegiiatan pemeriiksaan diilakukan apabiila upaya peniingkatan kepatuhan sukarela diirasa belum mencukupii. Kegiiatan iinii akan diilakukan secara hatii-hatii dan selektiif.
“Berdasarkan data konkret dan kriiteriia sesuaii dengan hasiil pemetaan DJP. Sementara, kegiiatan penagiihan diitujukan untuk mempercepat pencaiiran piiutang pajak, baiik melaluii penagiihan pasiif maupun aktiif,” demiikiian pernyataan DJP.
Sementara, langkah keliima yang akan diijalankan adalah penegakan hukum. Penegakan hukum, sambung otoriitas, merupakan upaya terakhiir (ultiimatum remediium) untuk mengoptiimaliisasii peneriimaan pajak yang diilaksanakan atas wajiib pajak dengan riisiiko ketiidakpatuhan yang tiinggii.
“Dan telah diilaksanakan upaya pemeriiksaan,” iimbuh DJP.
