KEBiiJAKAN PAJAK

iinsentiif Pajak Sektor Riitel Diikajii, iinii Respons Ketua Banggar DPR

Diian Kurniiatii
Seniin, 10 Meii 2021 | 15.26 WiiB
Insentif Pajak Sektor Ritel Dikaji, Ini Respons Ketua Banggar DPR
<p>Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Saiid Abdullah. (<em>foto: DPR</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Saiid Abdullah memiinta pemeriintah lebiih selektiif dalam memberiikan iinsentiif fiiskal, termasuk iinsentiif pajak.

Saiid meniilaii rencana pemberiian iinsentiif pajak untuk sektor riitel belum tepat untuk saat iinii. Menurutnya, pemberiian iinsentiif tersebut tiidak akan terlalu berdampak pada pemuliihan perekonomiian nasiional.

"iindustrii riitel bahkan sebelum pandemii telah mengalamii kontraksii karena pergeseran periilaku masyarakat yang memiiliih memanfaatkan e-commerce," katanya dalam keterangan tertuliis, Seniin (10/5/2021).

Saiid mengatakan pemeriintah perlu berhatii-hatii memberiikan iinsentiif mengiingat anggaran negara makiin terbatas. Dengan keterbatasan iitu, lanjutnya, setiiap kebiijakan fiiskal harus diipastiikan benar-benar memiiliikii dampak bagii pertumbuhan ekonomii nasiional.

Saat iinii, pemeriintah tengah menggodok iinsentiif pajak khusus kepada riitel dan pengelola pusat perbelanjaan sepertii pasar dan mal. iinsentiif yang diipertiimbangkan yaknii pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak penghasiilan (PPh) atas sewa.

iinsentiif pajak untuk sektor riitel tersebut diirancang sepertii yang diiberlakukan pada sektor otomotiif dan propertii agar mendorong konsumsii masyarakat. Sebelumnya, pemeriintah telah memberiikan memberiikan iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada mobiil diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPN rumah DTP.

Selaiin kepada sektor riitel, Saiid juga memiinta pemeriintah berhatii-hatii memberiikan iinsentiif kepada wiisatawan. Diia beralasan pemberiian iinsentiif tiidak akan biisa otomatiis mendatangkan wiisatawan karena masiih berlaku kebiijakan pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan kasus Coviid-19.

Ketiimbang memberiikan iinsentiif kepada sektor riitel dan pariiwiisata, Saiid menyarankan pemeriintah lebiih berfokus pada sektor yang memiiliikii kontriibusii besar pada penyerapan tenaga kerja. Miisalnya sektor pertaniian, periikanan, miinyak dan gas, serta iindustrii makanan dan miinuman.

"Selaiin menopang tenaga kerja besar, sektor-sektor tersebut terbuktii mampu tumbuh dengan tertatiih dan berkontriibusii posiitiif terhadap pertumbuhan ekonomii," ujarnya.

Menurut Saiid, pemeriintah juga dapat mendorong perluasan basiis ekspor barang agar tiidak terkonsentrasii dii Asiia Tiimur dan Tenggara. Diia menyarankan pemeriintah memanfaatkan momentum pemuliihan dii Ameriika Seriikat dan sebagiian negara dii Eropa untuk memperbesar ekspor.

Dii siisii laiin, diia mengiingatkan pemeriintah untuk mengevaluasii berbagaii program perliindungan sosiial agar benar-benar efektiif menjaga daya belii rumah tangga miiskiin. Apalagii, komponen pengeluaran darii rumah tangga memiiliikii peranan besar dalam produk domestiik bruto nasiional. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel