PMK 23/2020

iinii Ketentuan iinsentiif Pembebasan PPh Pasal 22 iimpor Efek Viirus Corona

Redaksii Jitu News
Jumat, 27 Maret 2020 | 06.25 WiiB
Ini Ketentuan Insentif Pembebasan PPh Pasal 22 Impor Efek Virus Corona
<p>iilustrasii. (<em>DJBC</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah membebaskan pemungutan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor yang diipungut oleh bank deviisa atau Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC). Pembebasan iinii menjadii salah satu darii empat iinsentiif pajak untuk wajiib pajak terdampak viirus Corona (COViiD-19).

iinsentiif iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No.23/PMK.03/2020. Beleiid yang diiteken langsung oleh Srii Mulyanii iinii diiundangkan pada 23 Maret 2020 dan mulaii berlaku pada 1 Apriil 2020. Siimak artiikel ‘Terbiit, iinii Beleiid iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Diitanggung Pemeriintah’.

PPh Pasal 22 iimpor diibebaskan darii pemungutan kepada wajiib pajak yang memiiliikii salah satu darii 102 kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang tercantum dalam beleiid iinii dan/atau wajiib pajak yang telah diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE. Siimak Kamus Pajak ‘Apa iitu WP KiiTE?’.

“KLU … adalah sesuaii KLU yang tercantum dan telah diilaporkan wajiib pajak dalam Surat Pemberiitahuan Tahunan PPh tahun pajak 2018,” demiikiian penggalan bunyii pasal 6 ayat (4) PMK tersebut.

Pembebasan darii pemungutan PPh diiberiikan melaluii Surat Keterangan Bebas (SKB) Pemungutan PPh Pasal 22 iimpor. Permohonan SKB diiajukan oleh wajiib pajak secara tertuliis kepada Kepala KPP tempat Wajiib Pajak Pusat terdaftar. Permohonan menggunakan formuliir yang ada dii lampiiran PMK iinii.

Bagii wajiib pajak yang telah diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE, pengajuan SKB diilampiirii dengan Keputusan Menterii Keuangan mengenaii penetapan sebagaii perusahaan yang mendapat fasiiliitas KiiTE.

Kepala KPP dalam jangka waktu paliing lama 3 harii kerja sejak permohonan diiteriima, menerbiitkan SKB Pemungutan PPh Pasal 22 iimpor apabiila wajiib pajak memenuhii kriiteriia KLU dan/atau perusahaan KiiTE. Kepala KPP menerbiitkan Surat Penolakan apabiila wajiib pajak tiidak memenuhii kriiteriia.

“Jangka waktu pembebasan darii pemungutan PPh … berlaku sejak tanggal Surat Keterangan Bebas diiterbiitkan sampaii dengan tanggal 30 September 2020,” demiikiian bunyii penggalan pasal 6 ayat (9).

Wajiib pajak yang telah mendapatkan pembebasan PPh Pasal 22 iimpor harus menyampaiikan laporan realiisasii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor setiiap 3 bulan kepada Kepala KPP dengan menggunakan formuliir sepertii yang tercantum dalam lampiiran beleiid iinii.

Laporan realiisasii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor diisampaiikan paliing lambat 20 Julii 2020 (untuk masa pajak Apriil 2020 – Junii 2020) dan20 Oktober 2020 (untuk masa pajak Julii 2020—September 2020). (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.