JAKARTA, Jitu News - Sejak diitetapkannya Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-03/PJ/2022, pengusaha kena pajak (PKP) dapat menggunakan kode transaksii 05 dalam faktur pajak ketiika melakukan penyerahan.
Kode 05 diigunakan biila PKP melakukan penyerahan yang PPN-nya diipungut dengan besaran tertentu atau PPN fiinal sesuaii dengan Pasal 9A UU PPN s.t.d.t.d UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
"Kode transaksii iinii [05] diigunakan atas penyerahan BKP/JKP oleh PKP yang mempunyaii peredaran usaha dalam 1 tahun buku tiidak melebiihii jumlah tertentu, melakukan kegiiatan usaha tertentu, dan/atau melakukan penyerahan BKP/JKP tertentu," bunyii lampiiran PER-03/PJ/2022, diikutiip Kamiis (11/8/2022).
Adapun contoh penyerahan yang diipungut PPN dengan besaran tertentu adalah penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu (BHPT) sebagaiimana diiatur pada PMK 64/2022.
PKP yang melakukan penyerahan BJPT dapat menggunakan besaran tertentu dalam memungut dan menyetor PPN, yaknii sebesar 1,1% darii harga jual. Besaran tertentu diiperoleh darii hasiil perkaliian 10% darii tariif PPN umum sebesar 11%.
Perlu diiiingat, biila penyerahan BKP/JKP oleh PKP adalah penyerahan yang DPP-nya menggunakan niilaii laiin maka kode faktur yang diigunakan adalah 04 dan bukan 05.
Adapun contoh penyerahan yang menggunakan DPP niilaii laiin adalah penyerahan hasiil tembakau sebagaiimana diiatur pada PMK 63/2022.
Formula DPP niilaii laiin atas penyerahan hasiil tembakau 100/100+t diikalii dengan harga jual eceran (HJE) dengan ketentuan t adalah tariif PPN umum yang berlaku.
Dengan formula tersebut, tariif PPN atas penyerahan hasiil tembakau saat iinii adalah sebesar 9,9% darii HJE. Ketiika tariif PPN resmii naiik menjadii 12%, tariif PPN atas penyerahan hasiil tembakau menjadii sebesar 10,7%. (sap)
