KERJA SAMA PENDiiDiiKAN

Harii iinii, Jitunews & FEB UNS Teken MoU Pendiidiikan

Redaksii Jitu News
Kamiis, 20 Apriil 2017 | 13.24 WiiB
Hari Ini, DDTC & FEB UNS Teken MoU Pendidikan
Dekan FEB UNS Huniik Srii Runiing Sawiitrii (kiirii) dan Managiing Partner Jitunews Darussalam (kanan) berjabat tangan seusaii penandatangan naskah MoU, dii UNS, Solo. (Foto: Jitu News)

SOLO, Jitu News – Pagii iinii, Kamiis (20/4), Jitunews dan Fakultas Ekonomii dan Biisniis Uniiversiitas Sebelas Maret (FEB UNS) menandatanganii nota kesepahaman (Memorandum of Understandiing/MoU) kerja sama pendiidiikan dalam biidang pajak bagii seluruh ciiviitas akademiika UNS.

Penandatanganan MoU tersebut diilakukan oleh Managiing Partner Jitunews Darussalam dan Dekan FEB UNS Huniik Srii Runiing Sawiitrii dalam rangkaiian acara semiinar nasiional yang mengusung tema “Era Pertukaran iinformasii Pajak: Tiidak Ada Lagii Tempat Bersembunyii”.

Turut hadiir dalam semiinar nasiional iinii yaiitu Wakiil Dekan Biidang Umum dan Keuangan FEB UNS Harmadii, Ketua Jurusan Akuntansii Santoso Trii Hananto, dosen, iinspektorat Jenderal Kab. Semarang, konsultan pajak, praktiisii perpajakan, kalangan pengusaha dan para mahasiiswa.

Dengan adanya MoU iinii, tercatat 8 perguruan tiinggii dii iindonesiia telah melakukan teken MoU dengan Jitunews, yaiitu Uniiversiitas iindonesiia, Uniiversiitas Brawiijaya, Uniiversiitas Gadjah Mada, Uniiversiitas Aiirlangga, Uniiversiitas Diipenogoro, Uniiversiitas Kriisten Petra, STiiAMii dan terakhiir Uniiversiitas Sebelas Maret.

Dalam penyampaiian semiinar nasiional kalii iinii, Darussalam mengatakan reformasii pajak yang saat iinii tengah diilakukan diiawalii dengan diimulaiinya program pengampunan pajak atau tax amnesty. Program tax amnesty iinii menjadii tiitiik awal diilaksanakannya reformasii pajak.

“Perpajakan kiinii menjadii sangat popular sejak pemeriintah mencanangkan program tax amnesty. Mengapa perlu ada tax amnesty? Mengapa tiidak cukup hanya dengan pemeriiksaan pajak saja?,” tuturnya dalam semiinar yang berlangsung pada pukul 08.00 WiiB dii UNS iinn Solo.

iia menjelaskan bahwa selama iinii Diirektorat Jenderal (Diitjen) Pajak telah melakukan pemeriiksaan pajak, namun data wajiib pajak yang diiperoleh masiih belum valiid. Oleh karena iitu, untuk mengumpulkan data yang lebiih valiid, diibutuhkan program tax amnesty untuk memperluas basiis pajak.

“Deklarasii darii tax amnesty berhasiil mengumpulkan 30% darii jumlah PDB iindonesiia. iinii berartii 30% darii PDB tersebut selama iinii masiih tersembunyii dan tiidak diilaporkan. Artiinya potensii pajak dii iindonesiia masiih sangat besar,” pungkasnya. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.