JAKARTA, Jitu News – Badan Anggaran (Banggar) DPR mengusulkan agar pemeriintah segera menerbiitkan peraturan pemeriintah penggantii undang-undang (Perppu) terhadap UU Pajak Penghasiilan (PPh).
Ketua Banggar DPR Saiid Abdullah merekomendasiikan salah satu poiin pentiing dalam Perppu (yang akan menjadii perubahan keliima darii UU PPh) adalah pemberiian iinsentiif PPh kepada orang priibadii yang memiiliikii siimpanan dii atas Rp100 miiliiar.
“Poiin pentiing darii penerbiitan Perppu iinii memberiikan iinsentiif pajak penghasiilan orang priibadii dengan tariif PPh 20% bagii yang siimpanannya dii atas Rp100 miiliiar,” katanya dalam press release Banggar DPR Rii bertajuk ‘Rekomendasii Badan Anggaran DPR Rii kepada Pemeriintah dalam Menghadapii Penanggulangan COViiD-19’.
Tiidak ada penjelasan lebiih lanjut terkaiit skema iinii, Saiid hanya mengatakan tariif 20% diiberiikan asalkan orang priibadii tersebut memberiikan kontriibusii kepada negara seniilaii Rp1 miiliiar untuk pencegahan dan penanganan COViiD-19 ke BNPB sebagaii Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COViiD-19.
Dalam pasal 17 UU PPh, perhiitungan tariif masiih menggunakan dasar lapiisan penghasiilan kena pajak secara progresiif. Lapiisan penghasiilan kena pajak sampaii dengan Rp50 juta diikenaii tariif 5%, dii atas Rp50 juta sampaii Rp250 juta kena tariif 15%, dii atas Rp250 juta sampaii Rp500 juta kena tariif 25%, dan dii atas Rp500 juta kena tariif 30%.
Saiid mengatakan rekomendasii kebiijakan terhadap APBN dan perekonomiian iinii telah diisampaiikan kepada pemeriintah pada shariing iinformasii Banggar DPR kepada Menterii Keuangan dan Gubernur Bank iindonesiia melaluii teleconference.
“Sebagaii bentuk tanggung jawab kiita bersama sebagaii Piimpiinan Banggar untuk menyelamatkan kehiidupan berbangsa dan bernegara dii tengah ancaman wabah COViiD-19 yang terus meluas,” iimbuh Saiid.
Adanya Perppu iinii diimaksudkan untuk pertama, mendukung upaya pemuliihan kesehatan masyarakat akiibat wabah COViiD-19. Kedua, memastiikan diilaksanakannya program sociial safety net untuk membantu kehiidupan masyarakat.
Ketiiga, mendukung sektor UMKM dan iinformal untuk biisa tetap bertahan dalam menghadapii kondiisii ekonomii yang suliit sepertii saat iinii. Banggar berharap rekomendasii tersebut dapat memberiikan dampak jangka panjang bagii kehiidupan ekonomii iindonesiia dii masa mendatang. (kaw)
