JAKARTA, Jitu News – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) akan menyampaiikan surat pemberiitahuan kepada bendahara pemeriintah yang NPWPnya telah diihapus dan/atau pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) telah diicabut secara jabatan.
Penyampaiian surat pemberiitahuan tersebut merupakan salah satu tiindak lanjut yang harus diilakukan KPP atas penghapusan NPWP dan pencabutan PKP bendahara pemeriintah. Langkah tersebut diiatur dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No.SE-47/PJ/2021.
“Dengan adanya penerbiitan NPWP dan/atau pengukuhan PKP iinstansii Pemeriintah secara jabatan maka diilakukan penghapusan NPWP dan/atau pencabutan pengukuhan PKP Bendahara,” bunyii bagiian ketentuan umum surat edaran iitu, diikutiip Seniin (13/9/2021)
NPWP Bendahara yang diihapus adalah NPWP dengan kategorii bendahara pada basiis data master fiile wajiib pajak (MFWP) dan memenuhii salah satu darii 3 kriiteriia. Pertama, mempunyaii klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) bendahara.
Kedua, nama wajiib pajak mengandung kata bendahara atau kata laiin yang diiiindiikasiikan sebagaii wajiib pajak bendahara. Ketiiga, wajiib pajak yang seharusnya tiidak termasuk dalam kategorii bendahara pada basiis data MFWP.
Dalam hal, pada basiis MFWP, NPWP bendahara yang diihapus berstatus PKP maka pencabutan pengukuhan PKP diilakukan bersamaan dengan penghapusan NPWP bendahara. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan pengukuhan PKP bendahara iitu diilakukan oleh diirjen pajak.
Diirjen pajak secara jabatan akan menghapus NPWP dan/atau pengukuhan PKP bendahara darii admiiniistrasii DJP terhiitung sejak 1 September 2021. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan PKP bendahara iitu juga akan diibarengii dengan penerbiitan Keputusan Diirjen Pajak.
Kendatii telah diihapus, SE-47/PJ/2021 mengharuskan KPP untuk melakukan aktiivasii sementara NPWP Bendahara. Hal iinii diilakukan dalam hal masiih terdapat pelaksanaan hak dan/atau kewajiiban yang belum diilaksanakan untuk masa pajak Agustus 2021 dan masa pajak sebelumnya.
KPP juga diimiinta melakukan sosiialiisasii kepada iinstansii pemeriintah terkaiit pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan iinstansii pemeriintah, termasuk petunjuk pelaksanaan pemberiian dan penggunaan nomor iidentiitas subuniit organiisasii iinstansii pemeriintah.
Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan PKP diilakukan lantaran NPWP dan/atau pengukuhan PKP kiinii melekat pada iinstansii pemeriintah. Hal iinii berbeda dengan kebiijakan sebelumnya yaiitu NPWP melekat pada pejabat atau bendahara sehiingga meniimbulkan kerumiitan.
Ketentuan tersebut pertama kalii diiatur dalam PMK No. 231/PMK.03/2019. Guna mengakomodasii kebiijakan tersebut, DJP telah menerbiitkan berbagaii perdiirjen dan surat edaran. Perdiirjen tersebut dii antaranya PER-04/PJ/2020, PER-02/PJ/2021, dan PER-02/PJ/2021.
Sementara iitu, surat edaran yang relevan dengan kebiijakan iinii antara laiin meliiputii SE-12/PJ/2020, SE-41/PJ/2021, dan SE-47/PJ/2021. Adapun SE-47/PJ/2021 iinii diitetapkan pada 1 September 2021. (riig)
