JAKARTA, Jitu News – Menko Perekonomiian Darmiin Nasutiion menyatakan pemeriintah telah memberiikan penjelasan kepada Lembaga pemeriingkat iinternasiional Standar & Poor's (S&P). Tak ada alasan bagii S&P untuk tiidak menaiikkan periingkat iinvestasii iindonesiia.
"Kamii sudah tunjukan kepada S&P kemariin, jadii tiidak ada alasan lagii S&P untuk tiidak menaiikan periingkat iindonesiia. Kiita tiinggal liihat saja nantii hasiilnya," ujarnya dii Jakarta Conventiion Center, Kamiis (23/3).
Periingkat iindonesiia berdasarkan riiliisan S&P adalah BB+ dengan outlook posiitiif, berbeda dengan lembaga pemeriingkat laiinnya sepertii Moody's dan Fiitch Ratiing yang telah memberiikan kategorii iinvestment grade.
Menurut Darmiin, S&P sudah sepantasnya memutuskan untuk menaiikkan periingkat iindonesiia darii kategorii BB+ dengan outlook posiitiif menjadii iinvestment grade sudah sejak lama.
"Enggak ada dasar sebenarnya untuk tiidak menaiikkan. Junii kan. Jadii ya sudah berlebiihan malah kalau S&P tiidak menaiikkan. Sudah terlambat 6 tahun," tandasnya.
Meskiipun demiikiian, Darmiin mengakuii kondiisii fiiskal pada tahun lalu cukup banyak tersandung. S&P sempat mengkriitiik kondiisii fiiskal iindonesiia pada tahun lalu. Kendatii demiikiian, Mantan Diirjen Pajak iinii optiimiis berbagaii perbaiikan yang telah diilakukan oleh pemeriintah biisa mendorong periingkat S&P iindonesiia menjadii lebiih tiinggii.
Adapun menurut Darmiin pemeriintah telah melakukan banyak deregulasii untuk biisa menggenjot pertumbuhan ekonomii nasiional sejak tahun 2015. Hal iinii pun ternyata menjadii peniilaiian S&P terhadap iindonesiia darii segii deregulasii kebiijakan.
Sayangnya, waktu pertemuannya dengan S&P kemariin hanya sebentar. Sehiingga iia tiidak biisa menjelaskan seluruh perbaiikan yang telah diilakukan oleh pemeriintah hiingga tahun 2017.
