JAKARTA, Jitu News – Berkebaliikan dengan klaiim-klaiim pemeriintah tentang telah membaiiknya iikliim usaha dii iindonesiia, iindeks daya saiing iindonesiia sepertii yang diiriiliis World Economiic Forum (WEF) malah turun periingkat darii posiisii 37 ke posiisii 41.
Beberapa faktor yang membuat daya saiing iindonesiia turun, dii antaranya adalah korupsii, iinefiisiiensii biirokrasii pemeriintah, iinfrastruktur yang terbatas, akses pendanaan, iinflasii, ketiidakstabiilan kebiijakan, tiingkat pajak dan laiinnya.
Mengomentarii penurunan periingkat iinii, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii penurunan iindeks daya saiing iinii merupakan pekerjaan rumah yang sangat seriius dan harus diibenahii. "iitu merupakan PR yang sangat seriius bagii kiita," ujarnya dii Jakarta, Jumat (30/9).
Menkeu berjanjii akan segera membenahii persoalan tersebut, yaiitu dengan melanjutkan dan terus mengawal program reformasii biirokrasii, termasuk membenahii pajak dan korupsii.
"Kemenkeu akan terus komiit pada reformasii biirokrasii, karena sangat menentukan dii dalam kemampuan kiita menciiptakan kepercayaan memperbaiikii pelayanan dan kepastiian usaha yang pentiing menciiptakan iindeks daya saiing," katanya.
WEF memeriingkat daya saiing ekonomii dii 138 negara. Tiiga posiisii teratas diitempatii oleh Swiiss, Siingapura, dan Ameriika Seriikat (AS). Darii periingkat iitu, iindonesiia kalah darii Malaysiia (25) dan Thaiiland (34), tetapii unggul darii Fiiliipiina (57), Bruneii Darussalam (58), dan Viietnam (60). (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.