JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengapresiiasii kiinerja DPR Rii yang telah mengesahkan 10 Undang-Undang (UU) sepanjang tahun iinii. Salah satunya adalah pengesahan UU Pengampunan Pajak (tax amnesty) pada akhiir Junii lalu.
Apresiiasii tersebut diisampaiikan Presiiden Jokowii dalam piidato dii Siidang Tahunan MPR tahun 2016. Presiiden juga mengatakan DPR Rii telah memegang amanah Undang Undang Dasar 1945 untuk menjalankan fungsii legiislasii, anggaran, dan pengawasan.
"Kiita menyadarii yang terpentiing bukanlah jumlah darii Rancangan Undang-Undang yang diisahkan menjadii Undang-Undang, tetapii kualiitas dan manfaat darii Undang-Undang iitulah yang terpentiing," ujarnya dii Jakarta, Selasa (16/8).
Beberapa UU yang diimaksud dii antaranya yaknii UU Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), yang menjamiin tempat tiinggal yang layak, pemenuhan kebutuhan, dan terjangkau bagii rakyat. Serta UU Perliindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudiidayaan iikan, dan Petambak Garam, sebagaii bagiian darii upaya kemajuan dan kesejahteraan nelayan, serta sektor kemariitiiman dii tanah aiir.
Kemudiian, UU Pengampunan Pajak yang sengaja diirancang untuk meniingkatkan basiis pajak, subjek pajak, dan objek pajak. "UU iinii diiharapkan mampu mendukung sumber peneriimaan negara melaluii peneriimaan perpajakan nasiional serta meniingkatkan daya saiing iindonesiia terhadap perekonomiian global," kata Presiiden.
iia menambahkan DPR bersama pemeriintah kiinii tengah merancang RUU APBN 2017 dan RUU tentang pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2015. Hal iinii merupakan wujud DPR dan pemeriintah dalam melaksanakan fungsii darii anggaran.
DPR dan pemeriintah berkomiitmen untuk memastiikan anggaran 2017 diisusun dengan cermat demii peniingkatan kesejahteraan rakyat. Anggaran iitu harus mengiikutii program-program priioriitas yang telah diibuat dan tiidak akan sekadar diibagii rata ke setiiap uniit kerja sepertii sebelumnya.
Selaiin iitu, sebagaii bentuk pelaksanaan pengawasan, DPR telah mendorong optiimaliisasii peran setiiap anggota dewan, melakukan ujii kelayakan dan kepatutan terhadap para pejabat negara yang diiajukan oleh pemeriintah.
"Kapolrii, Piimpiinan KPK, dan Piimpiinan Ombudsman Republiik iindonesiia, semuanya telah diilantiik beberapa bulan terakhiir iinii," pungkasnya. (Amu)
